PARADAPOS.COM - Bek Persib Bandung, Federico Barba, menegaskan kesiapan penuh timnya untuk menghadapi laga krusial melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (22/5). Dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions Asia ini, Persib dituntut membalikkan ketertinggalan 0-2 dari laga tandang. Untuk lolos langsung ke perempat final, Maung Bandung harus meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol.
Keyakinan Bermain di Kandang Sendiri
Menghadapi tekanan tersebut, Barba justru menunjukkan optimisme yang tinggi. Pemain asal Italia itu menekankan keunggulan yang dimiliki Persib saat berlaga di depan ribuan bobotohnya sendiri. Kepercayaan diri itu menjadi modal penting untuk mengejar ketertinggalan.
"Di kandang, kami sangat kuat. Kami ingin memenangkan pertandingan ini dan tentu saja kami akan berjuang habis-habisan untuk melanjutkan langkah ke babak berikutnya," janji Barba melalui rilis resmi klub.
Target Menang Besar dan Evaluasi Diri
Tak dimungkiri, tugas yang dihadapi Persib sangatlah berat. Mereka tidak hanya sekadar perlu menang, tetapi harus menang besar. Meski mengakui tantangan itu, Barba menyebut motivasi skuad Pangeran Biru berada pada level tertinggi. Semangat untuk membalas kekalahan di leg pertama menjadi bahan bakar utama.
"Kami tetap percaya pada kemampuan kami," tegasnya.
Barba, yang pernah membela klub seperti Como di Italia, juga bersikap jujur mengenai penampilan timnya pada pertemuan pertama. Ia mengakui bahwa ada beberapa momen krusial yang menjadi pelajaran berharga.
"Kami sudah mengevaluasi hal tersebut," pungkas bek tengah itu, menegaskan bahwa kesalahan-kesalahan di laga sebelumnya tidak akan terulang di hadapan pendukung mereka.
Artikel Terkait
Prabowo: Koperasi Desa Jadi Motor Penciptaan 18.000 Lapangan Kerja Baru
Pemerintah Tetapkan Libur Nasional Idul Adha 2026 pada 27 Mei, Rangkaian Cuti Bersama Berpotensi Enam Hari
Adnan/Indah Laju ke Babak Kedua Malaysia Masters 2026 Usai Tekuk Wakil Spanyol
Rupiah Ditutup Menguat 52 Poin ke Rp17.654, Respons Positif Pasar terhadap Intervensi Agresif BI dan Pemerintah