SAR Gabungan Evakuasi 246 Penumpang KM Intim Teratai yang Karam di Halmahera Selatan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 03:50 WIB
SAR Gabungan Evakuasi 246 Penumpang KM Intim Teratai yang Karam di Halmahera Selatan

PARADAPOS.COM - Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh 246 penumpang dan awak KM Intim Teratai yang kandas di perairan Pulau Makian, Halmahera Selatan, pada Selasa (17/2/2026). Operasi penyelamatan yang melibatkan sejumlah kapal negara itu berjalan lancar, dan seluruh korban dinyatakan selamat meski beberapa di antaranya memerlukan perawatan medis akibat cedera.

Operasi Penyelamatan Multisektor

Kecelakaan yang melibatkan kapal rute Kupang-Halmahera Selatan tujuan Ternate itu segera mendapat respons cepat dari berbagai instansi. KN SAR 237 Pandudewanata menjadi salah satu unit pertama yang tiba di lokasi kejadian. Mereka menemukan sejumlah penumpang telah berada di laut dan segera melakukan evakuasi ke darat terdekat di Desa Sabale, Pulau Makian.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi langkah awal ini. "KN SAR 237 Pandudewanata tiba di tempat karamnya kapal selanjutnya melaksanakan evakuasi terhadap para penumpang kapal yang sudah lompat ke laut untuk dibawa ke darat di Desa Sabale, Pulau Makian," tuturnya di Ternate, Rabu (18/2/2026).

Koordinasi Membawa Korban ke Ternate

Tak lama berselang, kekuatan gabungan semakin bertambah dengan kedatangan Kapal Polisi KP. Kie Besi, KP. Wibisana, dan Kapal KNP. 358 milik KSOP. Armada gabungan ini kemudian bekerja sama membawa korban yang telah dievakuasi ke darat untuk dipindahkan ke Pelabuhan Ahmad Yani dan Pelabuhan Perikanan Bastiong di Kota Ternate guna mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Upaya terkoordinasi itu membuahkan hasil sekitar pukul 16.20 WIT. Pada waktu tersebut, seluruh korban telah tiba dengan selamat di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Mereka kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing. Untuk penumpang yang mengalami luka-luka, tim medis segera membawanya ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate guna menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Rekonsiliasi Data Penumpang

Operasi SAR juga mengungkap perbedaan data jumlah penumpang yang cukup signifikan. Berdasarkan manifes kapal, jumlah penumpang dan ABK yang tercatat hanya 149 orang. Namun, pendataan lapangan yang dilakukan tim penyelamat justru menemukan angka yang lebih tinggi.

Iwan Ramdani memberikan klarifikasi mengenai hal ini. "Penumpang dan awak kapal berjumlah sebanyak 246 Orang," ujarnya. Ia menambahkan, setelah evaluasi dan pendataan ulang yang cermat oleh Tim SAR Gabungan, jumlah korban yang berhasil dievakuasi memang tercatat 246 orang.

Operasi Dinyatakan Berakhir

Dengan telah dipastikannya keselamatan seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan pun secara resmi dinyatakan selesai. Keputusan penutupan operasi diambil dalam sebuah evaluasi bersama pada pukul 16.40 WIT.

"Dengan dievakuasinya seluruh korban dalam keadaan selamat maka operasi SAR selesai dan seluruh unsur terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing," jelas Ramdani, menandai berakhirnya upaya penyelamatan yang berjalan sukses tanpa korban jiwa tersebut.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar