Kota Tua Jakarta Ramai Dikunjungi 30 Ribu Wisatawan Saat Imlek 2026

- Rabu, 18 Februari 2026 | 10:00 WIB
Kota Tua Jakarta Ramai Dikunjungi 30 Ribu Wisatawan Saat Imlek 2026

PARADAPOS.COM - Kawasan wisata Kota Tua di Jakarta Barat ramai dikunjungi lebih dari 30 ribu wisatawan selama libur Tahun Baru Imlek 2026. Geliat pariwisata itu didorong oleh penyelenggaraan "Jakarta Light Festival" yang menampilkan pertunjukan cahaya dan beragam hiburan budaya Tionghoa di Taman Fatahillah.

Rincian Kunjungan Wisatawan

Berdasarkan data yang tercatat, total kunjungan selama dua hari libur mencapai 30.545 orang. Pada hari pertama, Senin (16/2), kawasan tersebut dikunjungi 14.428 wisatawan, yang didominasi oleh wisatawan domestik (14.224 orang) dengan tambahan 204 wisatawan asing. Keesokan harinya, Selasa (17/2), jumlah pengunjung meningkat menjadi 16.117 orang, terdiri dari 15.891 wisatawan domestik dan 226 wisatawan asing. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk merayakan Imlek di ruang publik bersejarah.

Meriahkan Imlek dengan Festival Cahaya

Perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan itu diwarnai dengan gelaran "Jakarta Light Festival" edisi khusus Imlek. Acara yang bertajuk "Chinese New Year Edition" ini berlangsung di Taman Fatahillah pada 16 dan 17 Februari 2026, mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, menjelaskan detail acara saat dihubungi. "Pertunjukan 'video mapping' digelar pada pukul 19.15 WIB," jelasnya.

Ragam Hiburan yang Ditawarkan

Selain video mapping yang menjadi daya tarik utama, festival tersebut juga menghadirkan berbagai pertunjukan pendukung untuk menciptakan suasana yang meriah. Pengunjung dapat menikmati tarian barongsai, pertunjukan tari tradisional, serta musik live dari band seperti Hijau Daun dan Mata Band. Kombinasi antara teknologi pencahayaan modern dan kesenian budaya ini berhasil menciptakan pengalaman wisata yang unik dan menarik bagi semua kalangan.

Gelaran festival selama dua hari tersebut menjadi bukti bahwa kawasan heritage seperti Kota Tua tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan menyajikan event kontemporer, sekaligus melestarikan nuansa sejarah yang melekat pada tempat itu.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar