PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Kalimantan Timur untuk tiga hari ke depan, menyusul banjir yang telah melumpuhkan sejumlah titik di Samarinda. Peringatan ini dikeluarkan setelah hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu dini hari, 21 Februari 2026, menyebabkan genangan air hingga hampir satu meter di beberapa kawasan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Peringatan BMKG dan Dampak Awal di Samarinda
Kondisi Samarinda pada Sabtu lalu memberikan gambaran nyata tentang ancaman cuaca ekstrem ini. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai turun merata sekitar pukul 03.00 Wita dan berlangsung lebih dari lima jam. Akibatnya, setidaknya 19 titik genangan banjir muncul dan melumpuhkan aktivitas di sejumlah ruas jalan utama, terutama di wilayah Samarinda Utara, Samarinda Ulu, dan Samarinda Ilir. Curah hujan yang tercatat di wilayah kota mencapai sekitar 74 milimeter dalam periode tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengonfirmasi tingginya genangan di beberapa lokasi. "Ketinggian air di kawasan Perumahan Rapak Binuang, Kelurahan Sempaja Selatan, mencapai hampir satu meter," jelasnya.
Imbauan untuk Warga dan Prakiraan Jangka Panjang
Menyikapi kondisi ini, pihak berwenang memberikan arahan praktis kepada warga. Suwarso menyarankan agar masyarakat yang hendak beraktivitas mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan dan risiko kerusakan kendaraan.
"Warga Samarinda yang hendak beraktivitas di luar rumah pada akhir pekan ini disarankan untuk mencari jalur alternatif lain demi menghindari jebakan kemacetan dan risiko kerusakan mesin kendaraan akibat menerobos banjir," tuturnya.
Peringatan BMKG tidak hanya untuk jangka pendek. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Samarinda, Riza Arian, menyampaikan prakiraan hingga akhir Februari 2026. Secara umum, Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah dengan peluang hujan sangat tinggi. Namun, ada wilayah dengan potensi lebih ekstrem.
"Sedangkan di Kabupaten Berau diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi (150-300 mm) dengan peluang hujan lebih dari 40 persen," ungkap Riza Arian.
Penyebab dan Imbauan Keselamatan
Menurut analisis BMKG, peningkatan signifikan curah hujan ini berkaitan dengan penguatan Monsun Asia. Fenomena ini membawa aliran angin baratan yang kuat, mempercepat pertumbuhan awan konvektif pembawa hujan lebat di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, termasuk Kalimantan Timur. Wilayah Kabupaten Berau bagian barat bahkan diprakirakan mengalami intensitas hujan 150-200 mm.
Menyadari potensi bahaya yang berlanjut, BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat, khususnya di daerah rawan, untuk terus waspada. Imbauan keselamatan mencakup memperhatikan kondisi lingkungan saat beraktivitas, mengamankan barang-barang penting serta instalasi listrik dari genangan air, dan menyiapkan lokasi evakuasi yang aman jika ketinggian air meningkat. Kewaspadaan terhadap risiko ikutan seperti jalan licin, sungai meluap, dan pohon tumbang akibat angin kencang juga mutlak diperlukan.
Artikel Terkait
Konami Umumkan Castlevania: Belmonts Curse, Rilis 2026 untuk Rayakan 40 Tahun Franchise
Fadli Zon Tinjau Museum Mpu Tantular, Soroti Pentingnya Revitalisasi Tata Pamer
Fadli Zon: Toleransi dan Kolaborasi Kunci Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia
PB ESI Buka Seleksi Nasional Atlet Esports untuk Asian Games 2026