Santri 12 Tahun Tewas dengan Luka Bakar di Sukabumi, Polisi Tunggu Hasil Lab

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:50 WIB
Santri 12 Tahun Tewas dengan Luka Bakar di Sukabumi, Polisi Tunggu Hasil Lab

PARADAPOS.COM - Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, berinisial NS, meninggal dunia dengan luka bakar di tubuhnya di Sukabumi, Jawa Barat. Ayah kandung korban, Anwar Satibi, menyatakan duka mendalam atas kepergian putranya yang masih berstatus santri. Polisi telah menerima laporan kasus ini dan proses autopsi awal telah dilakukan, meski penyebab kematian secara pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Duka dan Kenangan Sang Ayah

Kesedihan Anwar Satibi terpampang jelas dalam beberapa video yang beredar. Ia tampak tak kuasa menahan tangis, baik saat berada di rumah sakit maupun ketika mengantarkan jenazah anaknya ke rumah duka. Di tengah proses hukum yang berjalan, kenangan akan cita-cita mulia putranya justru semakin membekas dan menambah luka.

Anwar mengenang NS sebagai seorang santri yang bercita-cita menjadi kiai. Anak itu telah menjalani kehidupan mondok selama setahun, sejak memasuki jenjang SMP. Kenangan terakhir mereka bersama pun menjadi momen yang paling menyayat hati bagi sang ayah.

Momen Pemberian Uang Saku yang Terakhir

Dalam perkembangan kasus ini, Anwar membagikan memori terakhirnya bersama sang anak, sesaat sebelum tragedi terjadi. Ia baru saja memberikan uang saku yang kemudian disambut dengan rasa syukur mendalam oleh NS.

“Beda dengan orang lain, dia ingin jadi kiai, sudah 1 tahun (mondok) sejak dia masuk SMP, sampai kemarin saya pulang di Sukabumi saya kasih uang Rp50.000. Dia bilang alhamdulillah terus sama dia, uangnya ditaruh di dahi, alhamdulillah katanya buat nanti bekal di pesantren. Yang membuat saya sakit, cita-cita dia menjadi kiai,” ungkapnya, seperti dikutip dari iNews Sukabumi, Sabtu (21/2/2026).

Harapan Keadilan di Bawah Negara Hukum

Dengan hati yang remuk, Anwar menegaskan bahwa kasus ini telah dilaporkan secara resmi. Ia menaruh harapan besar pada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan menindak tegas siapapun yang terbukti bersalah, demi memberikan efek jera.

“Harapan saya kalau memang ini terbukti biar jadi efek jera untuk seluruh umat, kita harus ingat negara kita ini negara hukum, apa pun perlakuan manusia di muka bumi ini tentunya itu harus bisa dipertanggungjawabkan, jadi jangan semena-mena,” tegasnya.

Temuan Awal Autopsi dan Proses Lanjutan

Sebelumnya, tim forensik RS Bhayangkara TK II Setukpa Sukabumi telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Hasil awal autopsi mengungkap adanya luka bakar di beberapa bagian tubuh NS. Namun, tim medis menyatakan bahwa temuan ini belum cukup untuk memastikan penyebab kematian secara definitif.

Untuk mendapatkan kejelasan yang lebih komprehensif, tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tambahan. Proses ini merupakan langkah standar dalam investigasi forensik untuk memastikan setiap kesimpulan didasarkan pada bukti yang kuat dan akurat. Kasus ini terus menjadi perhatian publik yang menanti titik terang dan proses hukum yang transparan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar