PARADAPOS.COM - Presiden Indonesia Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pimpinan perusahaan investasi global terkemuka dari Amerika Serikat di Washington DC, Jumat (20/2/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme tersebut, salah satu momen yang menarik perhatian adalah pemberian kaus sepak bola klub Chelsea FC oleh salah satu pengusaha kepada Presiden.
Momen Pertukaran Cendera Mata
Pertemuan yang dihadiri oleh dua belas eksekutif puncak dari berbagai firma investasi kelas dunia itu juga diwarnai oleh pertukaran kenang-kenangan. Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries yang juga dikenal sebagai pemilik Chelsea FC dan LA Lakers, secara khusus menyerahkan sebuah jersey Chelsea bernomor punggung 24 dengan nama bek kanan Reece James di bagian belakangnya kepada Presiden Jokowi. Pemberian ini menjadi simbol informal dari dialog yang terjalin, di luar agenda utama pembahasan ekonomi dan investasi.
Daftar Pengusaha yang Hadir
Selain Todd Boehly, pertemuan penting ini dihadiri oleh sederetan nama besar di dunia keuangan global. Mereka antara lain Armen Panossian dari Oaktree Capital (pemilik Inter Milan), perwakilan dari raksasa investasi BlackRock dan Global Infrastructure Partners, serta pimpinan dari firma-firma ternama seperti General Atlantic, KKR, Warburg Pincus, dan Thrive Capital. Kehadiran mereka menandakan tingginya minat pasar modal internasional terhadap potensi ekonomi Indonesia.
Komitmen Pemerintah Menarik Investasi
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang memberikan keterangan pers mengenai pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa para pengusaha tersebut telah memiliki jejak kerja sama dengan entitas investasi pemerintah. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi secara tegas menyampaikan komitmen pemerintahannya.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” tutur Teddy, mengutip pernyataan Presiden.
Penegasan ini, menurut pengamatan dari kalangan diplomatik, merupakan pesan kunci yang ingin disampaikan kepada komunitas investor global. Pemerintah berupaya meyakinkan para pemodal tentang stabilitas dan prospek kebijakan yang mendukung iklim usaha yang kondusif serta kemitraan yang setara.
Nuansa Pertemuan dan Implikasinya
Pertemuan di Washington DC ini tidak hanya sekadar pertukaran gagasan formal, tetapi juga mencerminkan upaya strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di peta investasi global. Kehadiran para pemilik klub sepak bola ternama seperti Chelsea dan Inter Milan dalam kapasitas mereka sebagai pelaku bisnis utama turut memberikan nuansa tersendiri, menunjukkan betapa beragamnya portofolio dan jaringan yang terlibat.
Dari sudut pandang kebijakan luar negeri ekonomi, inisiatif semacam ini dipandang sebagai langkah proaktif untuk menjembatani langsung kepentingan Indonesia dengan sumber-sumber pendanaan internasional, membuka ruang dialog yang lebih cair di luar kanal-kanal resmi yang biasa.
Artikel Terkait
Presiden Lebanon Kecam Serangan Israel yang Tewaskan 12 Warga Sipil, Ancam Gencatan Senjata
Pemkab Aceh Utara Imbau Korban Banjir Periksa Hasil Verifikasi Bantuan Rumah
Newcastle Andalkan Momentum Tandang Saat Hadapi Manchester City di Etihad
Pemprov DKI Bakar Tebas Lapangan Padel Ilegal dan Bising