PARADAPOS.COM - Electronic Arts (EA) secara resmi meluncurkan Season 2 untuk Battlefield 6, mengalihkan fokus pertempuran ke teater Eropa. Musim baru yang diumumkan secara global ini menghadirkan rangkaian konten bertahap, termasuk dua peta utama, persenjataan baru, kendaraan, gadget, serta Battle Pass eksklusif untuk memperluas pengalaman bermain jutaan pemain di seluruh platform.
Rilis Bertahap dengan Tiga Fase Utama
Season 2 tidak dirilis sekaligus, melainkan melalui tiga fase terpisah yang masing-masing menawarkan nuansa pertempuran yang berbeda. Pendekatan ini memberi pemain waktu untuk menguasai setiap lingkungan dan mekanisme baru sebelum beralih ke tantangan berikutnya.
Fase Pertama: Extreme Measures
Fase pembuka, bertajuk "Extreme Measures", telah tersedia mulai 17 Februari. Pemain diajak bertarung di peta "Contaminated", sebuah lanskap hutan Eropa yang rusak parah akibat senjata eksperimen. Atmosfernya muram dan penuh bahaya tersembunyi. Bersamaan dengan itu, mode terbatas VL-7 juga diperkenalkan, membawa efek asap psikoaktif ke medan perang yang dapat mengacaukan persepsi dan menciptakan kekacauan taktis.
Fase Kedua: Nightfall
Pada 17 Maret, fase "Nightfall" akan membawa perubahan drastis dengan peta "Hagental Base". Fasilitas militer bawah tanah ini didominasi lorong-lorong sempit dan gelap, mendorong gaya bermain stealth dan pertempuran jarak dekat. Untuk bertahan, pemain dapat memanfaatkan Night Vision Goggles, mengubah dinamika pertempuran dalam kondisi pencahayaan minim.
Fase Ketiga: Hunter & Prey
Puncak Season 2 akan tiba pada 17 April dengan "Hunter & Prey". Fase ini menghadirkan "Operation Augur", sebuah mode operasi berskala besar yang terinspirasi oleh kesuksesan Battlefield 1 Operations. Mode ini dirancang untuk mendorong koordinasi tim yang ketat dalam mengejar objektif strategis, menawarkan momen-momen sinematik dan intens.
Konten dan Kritik Komunitas
Di luar konten bertahap, Season 2 tentunya menyertakan Battle Pass baru beserta berbagai item kosmetik yang dapat dibeli di toko dalam game. Namun, peluncuran ini tidak lepas dari sorotan komunitas. Sebagian pemain menyuarakan kekecewaan atas fokus developer pada mode terbatas dan playlist REDSEC, yang dianggap bersifat sementara, alih-alih menambahkan peta permanen untuk mode klasik seperti Conquest atau Rush. Ukuran pembaruan yang disebut-sebut mencapai 75GB juga menjadi perhatian terkait ruang penyimpanan yang dibutuhkan.
Merespons hal tersebut, seorang juru bicara EA menjelaskan visi di balik playlist eksperimental tersebut. "REDSEC adalah wadah bagi kami untuk bereksperimen dengan variasi gameplay unik yang tidak selalu tersedia secara permanen," ungkapnya.
Dia melanjutkan, "Playlist ini memungkinkan pemain merasakan konten eksperimental, mulai dari efek visual berbeda, aturan permainan baru, hingga tantangan berbasis tim." Meski demikian, harapan agar eksperimen ini suatu saat dapat mengisi mode inti permainan tetap kuat di kalangan pemain lama.
Ketersediaan Platform
Battlefield 6 Season 2 dapat diakses oleh pemain di PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC melalui berbagai klien seperti Steam, EA App, serta Epic Games Store. Dengan cakupan platform yang luas, EA berupaya menyatukan komunitas pemain dalam pengalaman musim baru ini, meskipun tantangan dalam memenuhi harapan beragam pemain tetap menjadi pekerjaan rumah yang nyata.
Artikel Terkait
KONI Manado Siap Sukseskan PON Bela Diri 2026, Tekankan Kolaborasi
IIMS 2026 Catat Transaksi Rp8,7 Triliun, Lanjut ke Surabaya, Balikpapan, dan Manado
Mendagri Tito Karnavian Soroti Data Pemda sebagai Kunci Percepatan Huntap di Pidie Jaya
KemenPPPA Prihatin atas Kematian Anak di Sukabumi Diduga Dianiaya Ibu Tiri