480 Ribu Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Ludes Terjual, Pemprov DKI Fokuskan Implementasi Program

- Minggu, 22 Februari 2026 | 23:50 WIB
480 Ribu Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Ludes Terjual, Pemprov DKI Fokuskan Implementasi Program

PARADAPOS.COM - Berbagai dinamika Ibu Kota pada Minggu (22 Februari) menyoroti persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Dari tingginya animo masyarakat terhadap transportasi mudik, fokus pemerintah daerah dalam implementasi program, hingga upaya mengembangkan potensi ekonomi dan keamanan pangan selama bulan puasa menjadi pokok bahasan utama hari ini.

Antusiasme Mudik: 480 Ribu Tiket Kereta Lebaran 2026 Ludes Terjual

Geliat persiapan mudik Lebaran 2026 sudah terasa jauh hari. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat penjualan tiket yang sangat masif, dengan angka mencapai 480 ribu tiket untuk periode angkutan 11 Maret hingga 1 April 2026. Fenomena ini mengindikasikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api serta kebutuhan perencanaan perjalanan yang matang.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, memberikan rincian lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa dari total tersebut, sekitar 98 ribu tempat duduk disediakan untuk keberangkatan dari wilayah operasinya, terutama dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen pada tanggal-tanggal tertentu menjelang puncak arus mudik.

Fokus Pemerintah: Tahun Penguatan Implementasi Program

Sementara itu, di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Ramadhan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut tahun ini sebagai momentum krusial untuk memperkuat implementasi berbagai kebijakan yang telah dicanangkan.

“Tahun ini adalah tahun penguatan program. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta,” tegas Rano dalam kegiatan Safari Ramadan di Musala Al Mabrur, Cilandak, Jakarta Selatan.

Ramadhan di Jakarta: Dari Bazar Takjil Hingga Festival Kuliner

Nuansa Ramadhan di Ibu Kota tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang geliat ekonomi dan budaya kuliner. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih, melihat potensi besar dari tradisi bazar takjil. Menurutnya, bazar-bazar ini berpeluang berkembang menjadi destinasi ikonik yang dinanti-nantikan masyarakat setiap tahunnya, mengingat potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor ini sangat besar dan bukan sekadar aktivitas musiman.

Merespons atmosfer tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) berencana menggelar Festival Kuliner pada Maret 2026. Rencana ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Parekraf DKI Jakarta, Puji Astuti.

“Tahun ini, Pemprov DKI melalui Dinas Parekraf akan melaksanakan Festival Kuliner. Untuk tanggalnya, masih didiskusikan, rencana tanggal 7-8 Maret 2026,” ungkapnya.

Kiat Praktis Memilih Takjil yang Aman dan Sehat

Di balik semaraknya kuliner Ramadhan, aspek keamanan dan kesehatan pangan tetap menjadi perhatian utama. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta memberikan sejumlah panduan praktis bagi masyarakat dalam memilih takjil. Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, menyarankan untuk mengutamakan takjil yang masih segar dan disajikan dalam kondisi tertutup rapat.

Lebih lanjut, Sofiyani juga mengingatkan untuk menghindari makanan yang berbau tidak sedap seperti asam atau apek, serta yang memiliki warna terlalu mencolok dan tidak wajar. Memilih penjual yang menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat berjualan juga menjadi langkah bijak untuk memastikan keamanan konsumsi.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar