PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Optimisme ini muncul setelah indeks berhasil ditutup menguat signifikan di level 8.396 pada sesi sebelumnya, Senin (23/2/2026), didorong oleh kepercayaan investor domestik dan penguatan nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global yang masih bergejolak.
Sentimen Positif Berlanjut dari Sesi Sebelumnya
Perdagangan awal pekan memberikan sinyal menggembirakan bagi pasar modal domestik. IHSG tidak hanya parkir di zona hijau, tetapi meraih kenaikan solid sebesar 1,5 persen. Penguatan ini dinilai bukan sekadar koreksi teknikal semata, melainkan mencerminkan sentimen yang mulai membaik, baik dari faktor eksternal maupun internal. Kepercayaan investor lokal tampak lebih terbangun, didukung oleh kinerja mata uang yang memberikan angin segar.
Proyeksi Teknis dan Area Kunci yang Diperhatikan
Melihat momentum tersebut, analisis teknikal mengindikasikan ruang bagi IHSG untuk melanjutkan tren naik pada Selasa pagi. Indeks berpotensi untuk menguji area resisten berikutnya di kisaran 8.450 hingga 8.500.
Level psikologis 8.400 menjadi batas penting yang diamati ketat oleh para pelaku pasar. Kemampuan indeks untuk bertahan di atas zona ini seringkali menjadi penanda meningkatnya kepercayaan dan minat beli, yang dapat menjadi fondasi untuk penguatan yang lebih berkelanjutan.
Ketangguhan di Tengah Bayangan Global
Yang patut dicatat adalah ketangguhan yang ditunjukkan IHSG meskipun pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian, terutama terkait kebijakan tarif dari Amerika Serikat. Situasi ini justru menyoroti peran stabil dari permintaan domestik dan ketertarikan investor terhadap aset-aset dalam negeri. Penguatan rupiah turut berperan sebagai katalis tambahan, meningkatkan daya tarik investasi portofolio.
Meski proyeksi hari ini cenderung positif, para analis tetap menyarankan kehati-hatian. Pergerakan pasar saham tetap sensitif terhadap perkembangan berita global yang bisa berubah dengan cepat, sehingga pengambilan posisi perlu disertai dengan manajemen risiko yang matang.
Artikel Terkait
Kejagung Kejar Aset dan Minta Red Notice Interpol untuk Buron Riza Chalid
DPP AMAN Laporkan Peneliti Saiful Mujani ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penghasutan
Pria Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal di Lubuklinggau
ITS Surabaya Kembangkan Bensin Sawit sebagai Alternatif Energi Nasional