PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengaktifkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan masyarakat selama puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah-langkah strategis ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami lonjakan mobilitas tinggi, dengan memanfaatkan teknologi pemantauan mutakhir dan memperkuat koordinasi di tingkat daerah.
Optimalisasi Platform Digital untuk Pemetaan Risiko
Di tengah persiapan menyambut gelombang perjalanan terbesar dalam setahun, BNPB mengandalkan platform Peta Risiko Terintegrasi (InaRISK) sebagai tulang punggung analisis. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menjelaskan bahwa alat ini memadukan berbagai sumber data vital untuk memberikan gambaran risiko yang dinamis dan akurat.
Raditya Jati menegaskan, "Platform InaRISK sebagai instrumen pemetaan risiko bencana yang terintegrasi dengan data BMKG, Basarnas, CCTV sejumlah jalan, dan sumber informasi lainnya."
Dengan platform tersebut, jalur mudik utama dapat dipindai untuk mengidentifikasi titik-titik rawan bencana seperti longsor atau banjir. Informasi real-time ini kemudian menjadi dasar bagi berbagai pemangku kepentingan, dari pengambil kebijakan hingga petugas lapangan, untuk bertindak cepat dan tepat. Masyarakat pun dapat mengakses data tersebut dengan mudah melalui perangkat elektronik mereka.
Koordinasi Ketat dan Layanan Darurat 24 Jam
Selain pendekatan berbasis teknologi, BNPB juga mengerahkan mekanisme konvensional yang telah teruji. Salah satunya adalah call center 117 yang akan beroperasi siaga penuh selama liburan. Layanan ini menjadi saluran penting bagi warga yang membutuhkan informasi terkini atau harus melaporkan suatu kejadian darurat.
Di sisi koordinasi kelembagaan, surat edaran resmi telah dikirimkan kepada seluruh kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pemerintah daerah didorong untuk mengambil peran aktif dalam mengantisipasi gangguan di wilayahnya masing-masing.
Raditya Jati mengungkapkan, "Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta mengoptimalkan dukungan terhadap posko terpadu yang disiapkan guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik."
Persiapan Logistik dan Mitigasi Proaktif
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, BNPB telah menyiapkan penyaluran dukungan personel dan logistik ke daerah-daerah yang berisiko tinggi, terutama terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor yang kerap dipicu cuaca ekstrem. Sejumlah personel terlatih akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan bersama tim pemerintah daerah di posko-posko terpadu.
Langkah yang lebih proaktif juga disiapkan. BNPB siap berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca atau weather modification. Teknik ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dini untuk mengurangi curah hujan di area kritis, sehingga risiko bencana hidrometeorologi dapat ditekan seminimal mungkin demi kelancaran dan keamanan perjalanan mudik masyarakat.
Artikel Terkait
KISI Tangani 7-8 Calon IPO, Satu di Antaranya Beraset Rp2-3 Triliun
Kasus Pelemparan Petasan ke Angkot di Tangerang Diselesaikan Lewat Mediasi
Wali Kota Makassar Tinjau Pengungsian Banjir, Pastikan Logistik dan Layanan Dasar
DLU Siapkan Harga Tiket Dinamis dan Distribusi Logistik Awal untuk Antisipasi Mudik Lebaran 2026