PARADAPOS.COM - Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), mengingatkan seluruh pihak untuk menyikapi serius lonjakan kasus campak pada anak yang terjadi di berbagai daerah. Peringatan ini disampaikan dalam seminar media daring, Sabtu (28/2/2026), menyusul temuan banyaknya pasien anak yang belum mendapat imunisasi lengkap dan laporan adanya kasus kematian akibat komplikasi penyakit tersebut.
Imunisasi Rendah Picu Kejadian Luar Biasa
Dalam paparannya, Piprim menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular dan berpotensi berbahaya, namun sepenuhnya dapat dicegah dengan imunisasi. Sayangnya, cakupan vaksinasi yang turun di banyak wilayah telah membuka celah bagi munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB). Ia membandingkan tingkat penularan campak yang bahkan lebih tinggi daripada COVID-19, sehingga membutuhkan cakupan imunisasi yang luas untuk mencapai kekebalan kelompok.
"Ini wake up call bagi kita semua. Campak tidak bisa dianggap penyakit ringan. Kita sudah melihat dampaknya, bahkan ada laporan kematian anak akibat campak dan komplikasinya," ungkapnya.
Komplikasi Serius dan Tantangan di Lapangan
Dokter spesialis anak itu menggarisbawahi bahwa campak bukan hanya tentang demam dan ruam kulit. Penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengancam jiwa, seperti pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), dan bahkan kebutaan. Penanganan yang terlambat dapat berakibat fatal.
Di sisi lain, upaya pencegahan melalui imunisasi masih menghadapi sejumlah kendala nyata di lapangan. Mulai dari akses masyarakat ke fasilitas kesehatan yang terbatas, masalah dalam penyimpanan vaksin (rantai dingin), penolakan dari sebagian kelompok, hingga pentingnya menjaga ketersediaan stok vaksin.
"Kalau cakupan imunisasi tidak tercapai, maka kasus akan bermunculan di berbagai daerah," tegas Piprim.
Kolaborasi Multipihak untuk Penguatan Pencegahan
Menyikapi situasi ini, IDAI mendorong penguatan sistem layanan kesehatan dasar. Langkah konkret yang dijalankan termasuk program Pediatrician Social Responsibility, di mana dokter spesialis anak turun langsung memberikan pendampingan kepada tenaga kesehatan di puskesmas untuk meningkatkan deteksi dini dan cakupan imunisasi.
Piprim juga menyoroti faktor lain di luar imunisasi. Asupan gizi yang baik, khususnya protein hewani, disebutkannya penting untuk membangun ketahanan tubuh anak. Ia mengimbau orang tua untuk waspada dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti sesak napas.
"Campak sudah terbukti bisa menyebabkan kematian pada anak. Jangan sampai dianggap remeh. Kita semua, pemerintah, tenaga kesehatan, media, dan masyarakat, harus bersama-sama memperkuat pencegahan," tuturnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Menteri Pertahanan AS Peringatkan Lawan dengan Sorotan Operasi di Venezuela
Anggota DPR Ingatkan Kualitas Makanan Bergizi Gratis di Manokwari Usai Temuan Roti Berjamur
Anggota DPR Desak BRIN Percepat Bantuan Air Bersih untuk Korban Longsor Tegal
Arne Slot Ingatkan Liverpool Waspadai West Ham Meski Berada di Zona Degradasi