dr. Ayu Widyaningrum Raih Tiga Rekor MURI dari Filler Dagu hingga Aksi Sosial

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:00 WIB
dr. Ayu Widyaningrum Raih Tiga Rekor MURI dari Filler Dagu hingga Aksi Sosial

PARADAPOS.COM - Spesialis estetika medis, dr. Ayu Widyaningrum, kembali menorehkan prestasi dengan meraih tiga rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada Jumat, 27 Februari 2026. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi profesionalnya dalam memberikan layanan filler dagu terbanyak dalam satu hari, serta jiwa sosialnya yang tercermin dari pemberian selimut dan sarung dalam jumlah besar kepada anak yatim dan panti asuhan.

Lanjutan Prestasi di Bidang Estetika Medis

Pencapaian terbaru ini menambah deretan pengakuan nasional yang telah diraih dokter pemilik Widya Esthetic Clinic tersebut. Sebelumnya, pada November 2025, dr. Ayu telah tercatat di MURI sebagai pemilik klinik kecantikan dengan koleksi penghargaan terbanyak serta atas inisiatifnya memberikan terapi sel generatif gratis kepada seratus pasien.

Pencapaian rekor untuk layanan filler dagu terbanyak dalam satu hari, menurutnya, merupakan sebuah tantangan pribadi untuk mendorong batas kemampuan sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

"Alhamdulillah dedikasi saya kembali meraih pengakuan. Sebenarnya Rekor MURI untuk Filler Dagu ini, saya ingin challenge diri saya sendiri untuk berusaha dan mendedikasikan keahlian saya untuk masyarakat atau pasien saya. Selain itu, saya harap Rekor MURI ini juga menginspirasi para teman sejawat untuk lebih meningkatkan skill dan kualitas diri," ungkapnya.

Dedikasi Sosial yang Berkelanjutan

Di luar ruang praktik, dr. Ayu dikenal memiliki komitmen kuat terhadap kegiatan filantropi, khususnya selama bulan Ramadan. Kegiatan berbagi ini telah menjadi tradisi tahunan yang dijalankannya dengan konsisten, jauh dari kesan sekadar kegiatan insidental.

Komitmen inilah yang kemudian mengantarkannya meraih dua rekor MURI terpisah untuk pemberian ribuan selimut dan sarung. Ia menekankan bahwa semangat berbagi harus dimulai dari kapasitas yang ada, tanpa menunggu kondisi yang sempurna.

"Tentu saja ini bukan hal yang mudah, tetapi saya paham betul, masih banyak yang lebih bisa serta lebih mampu dibandingkan saya. Namun, saya harap ini bisa menjadi salah satu inspirasi bagi semua orang bahwa berbagi itu tidak harus menunggu rezekinya banyak dulu. Kita bisa mulai berbagi dari jumlah yang kecil. Saya ingat pertama kali saya berbagi itu awalnya untuk 200 orang, kemudian bertambah ke 500, 1.500, lalu 2.500, sampai Alhamdulillah di 3.500 orang," jelasnya.

Warisan Nilai untuk Keluarga dan Masyarakat

Bagi dr. Ayu, setiap plakat dan sertifikat yang diterimanya memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pengakuan. Ia memandangnya sebagai inspirasi dan pelajaran hidup berharga yang ingin diwariskan kepada anak-anaknya.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk keluarga, tentunya suami dan anak-anak. Juga untuk ibu dan ayah saya atas didikan dan bimbingan mereka maka terbentuklah sosok saya yang sekarang. Apa yang mereka ajarkan menjadi cerminan luar biasa yang bisa saya wariskan kepada anak-anak saya. Tidak hanya bekerja keras, tapi juga adab dan bagaimana berbagi untuk sesama itu sangat penting," katanya.

Ia menegaskan bahwa rekor di bidang sosial khususnya dimaksudkan sebagai teladan nyata bagi penerusnya. "Dua rekor MURI untuk pembagian 3.000 selimut dan sarung ini merupakan contoh dan pelajaran dari saya untuk anak-anak agar nantinya bisa rutin mereka lakukan setiap tahun pada saat saya sudah tidak ada. Saya yakin anak-anak bisa menjadi sosok dokter yang lebih baik daripada saya," tegas dr. Ayu.

Di akhir, ia menyampaikan harapan agar seluruh prestasinya dapat memantik semangat lebih banyak profesional untuk terus berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar