BKSDA Pasang Kamera Jebak Pantau Harimau Sumatera di Agam

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:25 WIB
BKSDA Pasang Kamera Jebak Pantau Harimau Sumatera di Agam

PARADAPOS.COM - Tim dari Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mulai memasang kamera jebak (kamera trap) di kawasan Ladang Ateh, Kabupaten Agam, Jumat (27/2). Langkah ini diambil sebagai respons atas laporan kemunculan harimau sumatera di lahan perkebunan warga beberapa hari sebelumnya, guna memantau pergerakan dan memastikan keberadaan satwa langka yang dilindungi tersebut.

Pemantauan di Lokasi Kejadian

Pemasangan perangkat pemantauan ini berpusat di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, tepatnya di area di mana harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terlihat oleh masyarakat. Kehadiran satwa kharismatik ini di dekat pemukiman dan kebun tentu menimbulkan perhatian serius, baik dari sisi keamanan warga maupun upaya perlindungan satwa itu sendiri. Dengan kamera trap, petugas konservasi berharap dapat mengumpulkan data visual yang objektif.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar analisis yang lebih akurat, tidak hanya sekadar mengonfirmasi keberadaan harimau, tetapi juga mempelajari pola aktivitas dan perkiraan jumlah individu. Pendekatan berbasis bukti seperti ini merupakan standar dalam mitigasi konflik manusia-satwa liar.

Upaya Preventif dan Edukasi

Di balik upaya teknis pemasangan kamera, terdapat langkah-langkah preventif yang tak kalah penting. Tim di lapangan biasanya juga melakukan sosialisasi kepada warga setempat. Masyarakat diedukasi untuk tidak panik, namun tetap waspada, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konfrontasi, seperti mendekati atau mencoba mengusir satwa tersebut secara mandiri.

Koeksistensi antara manusia dan harimau sumatera di habitat yang semakin tumpang tindih memerlukan kewaspadaan dan pemahaman bersama. Kehati-hatian dalam beraktivitas di sekitar area terdeteksinya harimau menjadi kunci utama mencegah insiden yang tidak diinginkan.

Harapan dari Pihak Berwenang

Petugas di lapangan menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah perlindungan. Mereka berharap pemantauan ini dapat memberikan gambaran yang jelas untuk merumuskan langkah selanjutnya yang tepat, baik bagi keselamatan warga maupun kelestarian harimau sumatera.

Seorang perwakilan tim menjelaskan, "Pemasangan kamera trap ini adalah bagian dari upaya preventif dan pengumpulan data. Kami ingin memastikan bahwa baik masyarakat maupun satwa liar dapat tetap aman."

Dengan demikian, langkah yang diambil BKSDA Sumbar ini mencerminkan prinsip kehati-hatian dan berbasis ilmiah dalam mengelola potensi konflik satwa liar, sebuah pendekatan yang esensial dalam dunia konservasi modern.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar