Presiden Jokowi Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Diplomatik ke Empat Negara

- Minggu, 01 Maret 2026 | 01:50 WIB
Presiden Jokowi Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Diplomatik ke Empat Negara

PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba kembali di Tanah Air pada Jumat pagi, 27 Februari 2026, setelah menyelesaikan serangkaian lawatan kerja ke empat negara. Kedatangannya di Bandara Internasional Jakarta disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kunjungan diplomatik yang padat ini bertujuan mempererat hubungan bilateral dan menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang ekonomi, perdamaian, dan teknologi.

Rute Diplomasi yang Padat

Sebelum mendarat di Jakarta, Presiden telah menuntaskan agenda di Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Setiap tujuan menyimpan agenda khusus, menandai fokus pemerintah dalam membangun kemitraan di berbagai lini. Rombongan presiden juga didampingi sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Sekretaris Kabinet, yang menunjukkan pendekatan lintas sektoral dalam diplomasi ini.

Pertemuan Kunci di Washington dan London

Di Amerika Serikat, agenda utama berpusat di Washington DC. Presiden menghadiri pertemuan perdana Board of Peace dan menggelar pembicaraan penting dengan Presiden Donald Trump.

"Pertemuan dengan Presiden Trump menghasilkan penandatanganan kesepakatan terkait tarif dagang yang menguntungkan kedua belah pihak," jelasnya dalam keterangan pers.

Beranjak ke London, fokus beralih ke inovasi teknologi. Di ibu kota Inggris itu, Presiden menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara BPI Danantara dengan perusahaan teknologi ternama, Arm Limited.

Membahas Perdamaian di Timur Tengah

Lawatan kemudian berlanjut ke Yordania, yang diwarnai nuansa kekeluargaan dan solidaritas. Presiden disambut hangat oleh Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi sebelum bertemu dengan Raja Abdullah II.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut banyak membahas isu perdamaian regional. "Pembicaraan kami berfokus pada situasi di Timur Tengah, dengan perhatian khusus pada upaya perdamaian untuk Palestina," ungkap Presiden usai pertemuan.

Penutupan Kunjungan di UEA dan Sambutan Hangat

Uni Emirat Arab menjadi titik terakhir rangkaian perjalanan ini. Di Abu Dhabi, Presiden bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk memperdalam kerja sama bilateral yang telah terjalin. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen spesial bagi warga Indonesia di perantauan.

Kehadiran Presiden disambut dengan antusias oleh diaspora dan mahasiswa Indonesia yang berada di UEA, menambah kesan hangat di akhir rangkaian kunjungan kerja yang intens.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar