Feri Amsari Umumkan Kabinet Bayangan untuk Awasi Pemerintahan Prabowo

- Senin, 20 Juli 2026 | 14:25 WIB
Feri Amsari Umumkan Kabinet Bayangan untuk Awasi Pemerintahan Prabowo
PARADAPOS.COM - Akademisi dan pakar hukum tata negara, Feri Amsari, mengumumkan pembentukan Kabinet Bayangan (Zaken Kabinet dari Rakyat) sebagai respons atas melemahnya fungsi pengawasan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini digagas oleh kalangan akademisi, pegiat masyarakat sipil, sejarawan, hingga warga negara biasa. Feri Amsari ditunjuk sebagai Menteri Sekretaris Negara, sementara ekonom Bhima Yudhistira Adhinegara menjabat Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, serta aktivis kesehatan Irma Hidayana sebagai Menteri Kesehatan. Kabinet bayangan ini disebut sebagai yang pertama dibentuk oleh masyarakat sipil untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

Latar Belakang: Hilangnya Keseimbangan Pengawasan

Pembentukan kabinet bayangan ini, menurut Feri, dilatarbelakangi oleh kondisi politik nasional yang dinilai timpang. Hampir seluruh kekuatan politik saat ini berada di barisan pendukung pemerintah, sehingga mekanisme checks and balances tidak berjalan optimal. “Hampir seluruh kekuatan politik saat ini berada di barisan pendukung pemerintah sehingga tidak ada oposisi formal yang cukup kuat untuk mengimbangi kebijakan Kabinet Merah Putih,” jelasnya. Akibatnya, ruang pengawasan terhadap kebijakan eksekutif menjadi terbatas. Feri menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan respons langsung terhadap hilangnya keseimbangan pengawasan tersebut. Masyarakat sipil, menurutnya, perlu menghadirkan ruang alternatif untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah tetap berpihak pada kepentingan publik.

Mengusung Prinsip Zaken Kabinet

Feri menegaskan bahwa penyusunan kabinet bayangan ini tidak didasari oleh bagi-bagi kursi kekuasaan. Sebaliknya, timnya mengusung prinsip zaken kabinet—sebuah konsep yang mengedepankan profesionalisme dan meritokrasi. “Konsep tersebut berbeda dengan praktik politik transaksional karena setiap menteri dipilih berdasarkan kapasitas, integritas, dan keahlian di bidangnya masing-masing,” ungkapnya. Menariknya, Feri juga menyinggung janji Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya sempat menyampaikan niat untuk membentuk kabinet serupa. Ia menyatakan bahwa pihaknya ingin menunjukkan bahwa masyarakat juga mampu membentuk kabinet berbasis profesionalisme sebagai bentuk partisipasi publik dalam demokrasi. Di ruang diskusi yang dihadiri oleh puluhan peserta, suasana terasa serius namun penuh antusiasme. Beberapa akademisi muda terlihat mencatat, sementara pegiat masyarakat sipil saling bertukar pandangan. Inisiatif ini, setidaknya, menjadi penanda bahwa ruang pengawasan tidak sepenuhnya vakum di tengah dominasi kekuatan politik yang ada.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar