PARADAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar forum dialog dengan para wartawan di Tangerang Selatan, Senin (2/3/2026), untuk memperkuat kemitraan strategis dengan media. Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menyampaikan kebijakan pendidikan secara akurat dan mudah dipahami publik, sekaligus menjadi sarana pemerintah mendengarkan dinamika yang terjadi di lapangan.
Media Sebagai Mitra Strategis Penyebaran Informasi
Dalam acara yang digelar oleh Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, secara khusus menyampaikan apresiasi kepada insan pers, termasuk Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik). Dia menilai peran media tidak hanya vital dalam menyebarluaskan informasi, tetapi juga memberikan umpan balik yang berharga bagi evaluasi kebijakan.
“Melalui peran media, kami dapat mengetahui berbagai dinamika di lapangan sekaligus hal-hal yang perlu segera ditindaklanjuti,” ungkap Suharti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).
Fokus pada Perluasan Akses dan Pemerataan
Dialog tersebut juga menjadi kesempatan bagi Kemendikdasmen untuk memaparkan sejumlah program prioritas yang sedang digenjot. Fokus utamanya adalah perluasan akses pendidikan bagi kelompok kurang mampu dan pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah.
Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi sorotan utama. Suharti memaparkan bahwa cakupan program yang dimulai sejak 2015 ini telah berkembang pesat, kini menjangkau sekitar 17,9 juta peserta didik di 1,8 juta satuan pendidikan. Yang menarik, mulai tahun 2026 ini, PIP akan diperluas hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Harapannya, anak-anak lebih siap karena sudah terbiasa dengan ritme pembelajaran di sekolah,” jelas Suharti mengenai kebijakan baru tersebut yang sejalan dengan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun.
Dukungan Khusus untuk Daerah 3T dan Talenta Muda
Selain PIP, pemerintah juga terus mengoptimalkan program afirmasi. Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) difokuskan untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi peserta didik dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran. Program ini tidak hanya sekadar memberi akses, tetapi juga dirancang untuk mendorong para lulusannya kembali membangun daerah asal.
Di sisi lain, untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak berprestasi tinggi, Kemendikdasmen menyediakan Beasiswa Talenta Indonesia. Beasiswa ini bertujuan memberikan kesempatan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga potensi mereka dapat berkembang maksimal dan memberi kontribusi nyata.
Komitmen Membangun Komunikasi yang Transparan
Melalui dialog semacam ini, Kemendikdasmen berupaya membangun tradisi komunikasi publik yang lebih transparan dan kolaboratif. Tujuannya jelas: memastikan setiap kebijakan dan program yang diluncurkan dapat dipahami dengan utuh oleh masyarakat, sehingga manfaatnya benar-benar terasa hingga ke seluruh penjuru negeri, terutama oleh anak-anak Indonesia yang menjadi sasaran utama.
Artikel Terkait
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Cuaca Ekstrem Meluas
PM Inggris Tegaskan Tolak Ikut Serangan Ofensif AS-Israel ke Iran
Jadwal Buka Puasa di Banjarmasin 3 Maret 2026 Pukul 18.42 WIB
Bapanas Targetkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Tersalur Sebelum Lebaran 2026