BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Cuaca Ekstrem Meluas

- Selasa, 03 Maret 2026 | 09:50 WIB
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Cuaca Ekstrem Meluas

PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan publik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul pemantauan terhadap tiga bibit siklon tropis yang muncul secara bersamaan di sekitar wilayah Indonesia. Fenomena ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di berbagai daerah, meskipun dampaknya bersifat tidak langsung.

Pemantauan Ketat Tiga Bibit Siklon

Berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga Selasa (3/3/2026) pagi, tiga sistem tekanan rendah yang tengah aktif terpantau. Ketiganya adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan. Keberadaan ketiganya menciptakan dinamika atmosfer yang signifikan di kawasan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun siaga.

"Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini selama 24 jam penuh. Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsung seperti genangan dan angin kencang. Pastikan informasi yang diperoleh hanya dari kanal resmi BMKG untuk menghindari hoaks," jelas Faisal dalam keterangan tertulisnya.

Analisis Perkembangan dan Dampak Atmosfer

Dari ketiga sistem tersebut, analisis terbaru BMKG menunjukkan bahwa Bibit Siklon 90S memiliki peluang paling tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dalam satu hingga dua hari ke depan. Meski dua bibit siklon lainnya berpeluang lebih rendah untuk menguat, keberadaan mereka secara keseluruhan telah meningkatkan gradien tekanan udara di wilayah Indonesia.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, memaparkan bahwa kondisi ini mengakibatkan penguatan kecepatan angin permukaan dan pemusatan massa udara. Situasi ini diperparah oleh suhu muka laut yang hangat serta terbentuknya area pertemuan angin, khususnya di wilayah Bali hingga Nusa Tenggara Timur, yang menjadi pemicu utama pembentukan awan hujan.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Dampak gabungan dari ketiga sistem ini diprediksi akan cukup luas. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan melanda sejumlah provinsi, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Selain hujan, angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah yang lebih luas lagi, mencakup Bali, Yogyakarta, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, serta pesisir selatan Papua Selatan. Masyarakat di daerah-daerah ini diharapkan waspada terhadap risiko pohon tumbang atau kerusakan infrastruktur ringan.

Peringatan untuk Aktivitas Laut dan Pelayaran

Dampak lain yang tak kalah serius adalah terhadap kondisi perairan. Peningkatan kecepatan angin di sekitar sistem siklon memicu gelombang tinggi. Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Lebih berbahaya lagi, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang menghantam perairan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, perairan selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura. Kondisi laut seperti ini sangat berisiko bagi kapal-kapal kecil dan menengah.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menambahkan imbauan khusus bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut.

"Nelayan dan pengguna transportasi laut juga diimbau memperhatikan prakiraan tinggi gelombang sebelum beraktivitas. Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui kanal resmi Info BMKG maupun laman resmi pemantauan siklon tropis BMKG," ungkapnya.

Imbauan Kewaspadaan Menyeluruh

BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi perkembangan ketiga bibit siklon ini. Masyarakat diimbau tidak hanya waspada terhadap hujan lebat yang mungkin disertai kilat dan angin kencang, tetapi juga mengantisipasi dampak lanjutannya. Dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir bandang, dan tanah longsor di daerah rawan perlu diwaspadai sejak dini.

Peringatan dari lembaga meteorologi ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan berbasis informasi yang akurat. Dalam situasi cuaca yang dinamis seperti ini, mengandalkan sumber resmi menjadi langkah pertama yang krusial untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar