PARADAPOS.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan ketersediaan stok emas dari pemasok dalam kondisi memadai untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang diperkirakan terus berlanjut. Pernyataan ini disampaikan menyusul tren kenaikan harga emas yang signifikan dan minat investasi masyarakat yang melampaui ekspektasi bank.
Antisipasi Kenaikan Permintaan
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengungkapkan bahwa pihaknya melihat permintaan emas masih akan terus meningkat ke depan. Menanggapi proyeksi ini, bank tidak hanya mempersiapkan stok, tetapi juga berfokus pada edukasi nasabah.
Anton menekankan pentingnya pendekatan investasi yang hati-hati. "Untuk itu, BSI akan memastikan kesiapan dari sisi persediaan, serta edukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang," jelasnya.
Stok Aman dan Manajemen Inventory yang Ketat
Di balik optimisme tersebut, BSI menyimpan prinsip kehati-hatian. Anton menegaskan komitmen bank dalam menjaga ketersediaan logam mulia bagi nasabahnya, terlepas dari fluktuasi pasar.
"Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik," tegas Anton.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BSI saat ini telah bermitra dengan sejumlah pemasok tepercaya. Bank juga terbuka untuk menambah mitra supplier di masa depan, tentu dengan kajian dan penerapan manajemen risiko yang matang.
Daya Tarik Emas dan Pertumbuhan Bisnis yang Pesat
Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi memang sedang berada pada tren yang kuat. Menurut BSI, selain karena keunikan dan kesesuaiannya dengan prinsip syariah, emas dipandang sebagai aset safe haven yang stabil.
Faktor eksternal, seperti ketegangan geopolitik global, turut menciptakan multiplier effect yang mendorong permintaan dan kenaikan harga. Data terbaru menunjukkan, harga emas Antam telah menyentuh level Rp3.045.000 per gram, dengan kenaikan lebih dari 50 persen dalam setahun terakhir.
Hal ini langsung tercermin dalam kinerja bisnis BSI. Hingga Februari 2026, jumlah nasabah bullion bank atau bank emas BSI tercatat melonjak 44 persen. Bahkan, realisasi penjualan emas pada tahun 2026 telah mencapai 58 persen dari total penjualan sepanjang tahun 2025.
Kemudahan Akses melalui Platform Digital
Merespons antusiasme pasar, BSI terus mempermudah akses investasi. Layanan pembelian emas secara real-time melalui superapps BYOND menjadi salah satu pendorong utama. Melalui platform ini, masyarakat dapat membeli emas dengan mudah dan aman, mulai dari nominal sekitar Rp50.000.
Fitur lainnya yang ditawarkan termasuk kemampuan transfer saldo emas (gramase) antar rekening BSI Emas. Bagi nasabah yang ingin mencetak emas fisik, pengajuan juga dapat dilakukan secara digital dengan pengambilan di kantor cabang pilihan, memberikan fleksibilitas antara kepemilikan digital dan fisik.
Artikel Terkait
Pemerintah Perpanjang Program Beras Subsidi hingga 2026 dengan Anggaran Rp4,97 Triliun
Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran Masuki Hari Ketiga, Masing-Masing Pihak Tentukan Syarat Akhir Perang
Tim Gabungan Dikerahkan Amankan Galian Proyek PAM Jaya di Condet yang Minim Pengamanan
Dua Lapangan Padel di Jakarta Utara Disegel Lantaran Tak Miliki Izin Bangunan