PARADAPOS.COM - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (4/3/2026) malam. Letusan yang terjadi sekitar pukul 21.00 WITA itu memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi ratusan meter. Otoritas vulkanologi mempertahankan status gunung pada Level II (Waspada) sembari mengimbau warga untuk waspada terhadap ancaman abu vulkanik dan potensi banjir lahar dingin.
Detail Erupsi dan Arahan Evakuasi
Aktivitas vulkanik yang meningkat itu tercatat jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,4 mm. Meski durasi letusan relatif singkat, sekitar satu menit tujuh belas detik, dampaknya langsung terasa. Kolom abu tebal berwarna kelabu dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 800 meter di atas puncak dan bergerak mengarah ke sektor utara dan timur laut.
Menyikapi hal ini, pihak berwenang menegaskan kembali larangan beraktivitas di dalam radius empat kilometer dari kawah. Pembatasan ketat ini merupakan langkah antisipasi utama untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan luncuran material vulkanik yang tiba-tiba.
Potensi Ancaman Berikutnya
Di balik ancaman langsung dari letusan, muncul kekhawatiran lain yang tak kalah serius. Dengan prakiraan cuaca yang menunjukkan peningkatan curah hujan dalam beberapa hari ke depan, risiko banjir lahar dingin mengintai. Aliran material vulkanik yang telah menumpuk di lereng dapat terbawa air hujan dan meluncur deras melalui aliran sungai di sekitar gunung.
Beberapa wilayah yang disebutkan masuk dalam zona risiko tinggi antara lain Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Warga di daerah-daerah ini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi aliran sungai terdekat.
Imbauan untuk Masyarakat
Petugas pengamat di lapangan, Herman Yosef Mboro, memberikan gambaran visual yang jelas dari lokasi pengamatan di Desa Pululera.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke sisi utara dan timur laut," jelasnya.
Menyikapi sebaran abu yang telah mencapai permukiman, imbauan praktis pun disampaikan. Masyarakat diharapkan senantiasa menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel halus abu vulkanik yang berbahaya jika terhirup.
Di tengah situasi yang rentan, pemerintah daerah juga mengingatkan agar warga tetap tenang dan bersikap kritis. Informasi yang beredar harus diverifikasi kebenarannya, sementara langkah-langkah yang diambil hendaknya mengikuti arahan resmi dari lembaga terkait yang berwenang. Koordinasi yang baik antara masyarakat dan otoritas menjadi kunci dalam menghadapi fase waspada ini.
Artikel Terkait
Komnas Haji Klarifikasi Hukum: Pembagian Kuota Haji Adalah Kewenangan Menteri Agama
Inggris Kerahkan Kapal Perang HMS Dragon ke Siprus Antisipasi Ketegangan Timur Tengah
Pemerintah Amankan Investor Swasta untuk Proyek Cadangan Minyak 90 Hari
Program 3 Juta Rumah Prabowo Belum Beri Dorongan Signifikan bagi Ekonomi