PARADAPOS.COM - Seorang anak laki-laki berusia empat tahun dilaporkan hanyut di aliran kali di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Insiden yang terjadi pada Rabu (22/4) sore itu bermula saat korban bermain hujan-hujanan bersama tiga orang temannya. Hingga Kamis (23/4) pagi, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari tim penyelamat, keempat anak tersebut sedang asyik bermain di tengah hujan. Situasi berubah ketika orang tua salah satu anak datang mencari. Saat itu, hanya tiga anak yang terlihat di lokasi bermain, sementara satu lainnya sudah tidak ada.
Dari keterangan ketiga saksi mata yang merupakan teman korban, diketahui bahwa anak berusia empat tahun itu sempat diingatkan untuk tidak melompat ke arah kali. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan.
"Info dari saksi, korban sudah diingatkan oleh ketiga temannya (saksi) agar tidak melompat, tetapi korban tetap melompat," beber juru bicara tim SAR dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026).
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Menyadari anaknya hilang, keluarga korban langsung melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Warga pun kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang untuk meminta bantuan tim SAR.
Tim SAR gabungan yang diterjunkan langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran air. Operasi pencarian pada hari pertama difokuskan pada area sejauh 1,5 kilometer dari titik dimana korban diduga hanyut.
"SAR gabungan telah melakukan penyusuran darat dari TKM (titik 0) sampai dengan 1,5 Km, korban belum ditemukan," sebutnya.
Mengingat kondisi gelap dan faktor keamanan, operasi sempat dihentikan untuk dilanjutkan kembali pada Kamis pagi. Pencarian sistematis dilakukan dengan menyusuri kali menggunakan peralatan yang sesuai dengan prosedur standar operasi penyelamatan.
Kondisi Medan dan Tantangan
Pencarian di daerah aliran kali seperti di Bojonggede kerap menghadapi sejumlah tantangan. Faktor arus air, kedalaman, serta vegetasi di sekitar bantaran kali dapat mempersulit proses penyisiran. Tim SAR biasanya harus bekerja ekstra hati-hati dan teliti dalam kondisi medan seperti ini, terlebih dengan korban yang masih berusia sangat belia.
Hingga berita ini diturunkan, nasib anak tersebut masih belum diketahui. Operasi pencarian terus dilanjutkan dengan harapan dapat menemukan korban dalam keadaan selamat.
Artikel Terkait
Ganjil-Genap Jakarta Ditiadakan pada Hari Buruh 1 Mei 2026
Kisaran Biaya dan Prosedur Pembuatan Surat Keterangan Sehat untuk Lamaran Kerja
Iran Eksekusi Anggota MEK yang Dituduh Berkolaborasi dengan Intelijen Israel
Tiga Pejabat dan Eksekutif Dituntut 8 hingga 14 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pertamina