PARADAPOS.COM - Resistensi insulin, kondisi di mana tubuh tidak lagi merespons hormon insulin secara optimal, menjadi akar dari berbagai penyakit kronis yang sering berujung fatal seperti stroke dan serangan jantung. Praktisi kesehatan Bang Paidon menjelaskan bahwa kondisi ini menyebabkan gula darah tetap tinggi dan bersifat korosif, merusak dinding pembuluh darah secara perlahan. Tubuh kemudian berupaya menambal kerusakan tersebut dengan kolesterol, namun penumpukan yang terus-menerus justru menimbulkan penyumbatan. Fenomena ini sering kali tidak disadari karena gejalanya muncul diam-diam, hingga akhirnya memicu kondisi darurat medis.
Resistensi Insulin: Pemicu Diam-Diam yang Merusak Pembuluh Darah
Banyak orang cenderung mengabaikan sinyal awal yang diberikan tubuh. Kadar gula darah yang melonjak atau tekanan darah yang tidak stabil sering dianggap sepele, padahal itu adalah alarm biologis. Dalam kondisi resistensi insulin, gula tidak dapat masuk ke dalam sel otot dan hati meskipun hormon insulin tersedia dalam jumlah cukup.
“Akibatnya, kadar gula darah tetap tinggi dan bersifat korosif,” jelas Bang Paidon.
Sebagai respons protektif, tubuh mencoba menambal dinding pembuluh darah yang rusak dengan kolesterol. Namun, mekanisme ini justru menjadi bumerang. Jika dibiarkan, penumpukan plak akan menyebabkan penyumbatan total yang memicu serangan jantung atau stroke.
Teknologi Laser sebagai Terapi Pendukung
Salah satu inovasi yang kini mulai dilirik adalah teknologi laser untuk membantu menjaga kualitas darah. Teknologi ini didesain untuk memproduksi sinar laser dengan tiga varian warna: merah, biru, dan kuning. Jika sebelumnya hanya tersedia laser merah, kini penggunaannya semakin luas.
Alat bernama Dr Laser dari Gogomall ini diklaim mampu mengurai penggumpalan darah di pembuluh darah saat sinar laser mengenai area yang bermasalah. Bagi penderita hipertensi, diabetes, atau kolesterol, risiko penggumpalan darah memang lebih tinggi. Alat ini digunakan di pergelangan tangan sebanyak tiga kali sehari sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Teknologi laser juga disebut dapat mengoptimalkan sel-sel darah dan mengubah kolesterol di dalam pembuluh darah menjadi energi. Dengan meningkatkan kualitas darah dan pembuluh darah, teknologi low laser level ini membantu mengendalikan tensi tinggi serta mencegah kekentalan darah yang menghambat aliran.
Menariknya, alat ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang sudah memiliki keluhan. “Gunakan teknologi laser sebagai pelengkap gaya sehat hidup Anda,” demikian penekanan yang disampaikan. Bagi yang tidak memiliki penyakit pun, teknologi ini bisa dipakai sebagai langkah preventif.
Cara Penggunaan yang Praktis
Penggunaan Dr Laser terbilang sederhana. Alat ditempelkan di pergelangan tangan kiri, tepat di area pembuluh nadi dan titik akupuntur. Sinar laser kemudian akan menyinari area tersebut untuk membantu memperlancar aliran darah dan mengurai penggumpalan yang berpotensi menyebabkan penyumbatan.
Cukup gunakan sehari dua kali dengan durasi antara 15 hingga 60 menit. Untuk informasi lebih lanjut, pemesanan dapat dilakukan melalui call center di nomor (021) 8082 1200 atau WhatsApp/SMS center di 0812 8686 9090.
Konten kesehatan lainnya yang menginspirasi dapat disaksikan di program Metro TV “Go Healthy” maupun melalui channel YouTube resmi mereka. Ingat, kualitas darah memengaruhi kualitas hidup Anda. Jadi, atasi masalahnya sejak dini, cegah komplikasinya.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tsaqib dan Adhisty Zara Jadi Sorotan Usai Isu Kehamilan Tak Terverifikasi
Hilirisasi Mulai Hadapi Tantangan Baru: dari Konsentrasi Nikel hingga Tekanan ESG
Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok Rp26.000 per Gram pada Jumat 24 April 2026
Wall Street Melemah Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi dan Ketegangan AS-Iran