PARADAPOS.COM - Banjir yang melanda sejumlah wilayah DKI Jakarta mulai surut pada Senin (9/3) pagi. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, genangan air yang sempat mencapai puncaknya pada Minggu siang dengan 148 RT dan 20 ruas jalan terendam, kini telah berkurang signifikan. Hingga pukul 06.00 WIB, tercatat 16 RT dan dua ruas jalan di Jakarta Barat masih tergenang dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 90 sentimeter.
Perkembangan Kondisi Genangan
Banjir yang terjadi pada akhir pekan lalu merupakan dampak dari hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3), diperparah oleh meluapnya sejumlah sungai. Puncak dampaknya terjadi pada Minggu (8/3) siang, di mana ratusan RT dan puluhan ruas jalan terendam. Namun, kondisi mulai membaik secara bertahap seiring dengan redanya intensitas hujan.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, mengonfirmasi tren penurunan ini. "Namun, saat ini banjir sudah berangsur surut," tuturnya.
Wilayah yang Masih Terdampak
Seluruh lokasi yang masih mengalami genangan hingga Senin pagi berada di wilayah Jakarta Barat. Rincian data dari BPBD menunjukkan bahwa kelurahan-kelurahan seperti Duri Kosambi, Rawa Buaya, Jelambar, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara masih berjuang dengan genangan. Ketinggian air di 16 RT tersebut bervariasi, mulai dari yang paling dangkal 30 cm hingga yang paling dalam mencapai 90 cm.
Selain permukiman, dua ruas jalan juga masih terpantau tergenang, yaitu Jalan Kapuk Muara Raya di Kelurahan Kapuk Muara dan area sekitar Lampu Merah Luar Kembangan Raya di Kembangan Selatan. Kondisi ini tentu masih berdampak pada mobilitas warga di sekitarnya.
Penyebab dan Upaya Penanganan
Menjelaskan akar permasalahan, Yohan menyebutkan kombinasi faktor alam dan infrastruktur. "Untuk penyebab banjir yaitu hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (7/3) dan Minggu (8/3) serta meluapnya sejumlah sungai di daerah tersebut," jelasnya.
Menghadapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personelnya untuk memantau kondisi lapangan secara langsung. Mereka juga berkoordinasi erat dengan unsur teknis terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Fokus upaya terpadu ini adalah melakukan penyedotan air di titik-titik kritis dan memastikan saluran-saluran air berfungsi dengan optimal untuk mempercepat proses pengeringan.
Imbauan untuk Masyarakat
Meski kondisi telah menunjukkan perbaikan, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Kewaspadaan terhadap potensi genangan baru atau sisa genangan yang masih ada harus tetap dijaga, terutama bagi pengguna jalan dan penghuni wilayah rawan. BPBD DKI Jakarta mengingatkan bahwa dalam keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi nomor layanan panggilan darurat 112 yang beroperasi 24 jam tanpa henti.
Pemantauan intensif dan koordinasi antar dinas terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan meminimalisir dampak yang lebih luas terhadap aktivitas ibu kota.
Artikel Terkait
Askrindo dan Bank BTN Jalin Kerja Sama Penjaminan Proyek Senilai Rp1,5 Triliun
Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Citarum
Mudik Gratis Jatim untuk Warga Pulau Sapudi dan Raas Resmi Dimulai
KJRI Kuching Sambangi Pekerja Migran di Perkebunan Sarawak pada Safari Ramadan