Pendakwah Syekh Ahmad Al Misry Ditantang Mubahalah Usai Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual

- Jumat, 24 April 2026 | 02:25 WIB
Pendakwah Syekh Ahmad Al Misry Ditantang Mubahalah Usai Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual

PARADAPOS.COM - Polemik dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al Misry memasuki babak baru setelah ia membantah seluruh tuduhan. Kini, ia ditantang menjalani ritual mubahalah, sumpah berat dalam Islam yang memohon laknat Allah bagi pihak yang berdusta. Tantangan ini dilontarkan oleh Aisha Maharani, pendiri Halal Corner, melalui media sosial pada Jumat, 24 April 2026. Langkah ekstrem ini memicu perdebatan publik antara yang mendukungnya sebagai pembuktian moral dan yang menilai tidak relevan dengan hukum modern.

Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan yang terus bergulir, Aisha Maharani muncul dengan gagasan yang tak biasa. Melalui unggahan di Instagram, ia menulis bahwa di era fitnah akhir zaman, mubahalah adalah jalan paling jitu yang bisa ditempuh oleh pihak terduga dan korban. Ia menekankan bahwa langkah ini bukanlah keputusan ringan, melainkan sumpah yang membawa konsekuensi serius bagi siapa pun yang tidak berkata jujur.

Mubahalah: Jalan Terakhir yang Menyeramkan

Dalam penjelasannya, Aisha menguraikan bahwa mubahalah adalah sumpah berat dalam Islam di mana kedua belah pihak yang berselisih saling berdoa memohon laknat Allah atas pihak yang berdusta. Ia bahkan mengklaim pernah memfasilitasi metode ini sebelumnya dan melihat dampak nyata dari praktik tersebut.

"Orang yang berdusta tidak lama kemudian mendapatkan azabnya. Apakah kedua belah pihak berani?" tanyanya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa ini adalah jalan yang sangat-sangat darurat atau akhir karena sangat menyeramkan. "Karena ini terkait dengan laknat Allah," tegasnya.

Reaksi Publik dan Desakan untuk Syekh Ahmad Al Misry

Pernyataan Aisha langsung memicu perdebatan sengit di kalangan netizen. Sebagian menilai mubahalah bisa menjadi jalan pembuktian moral yang sahih, sementara yang lain menganggap langkah itu tidak relevan dalam penyelesaian kasus hukum modern yang membutuhkan bukti forensik dan proses peradilan.

Menanggapi perdebatan yang muncul, Aisha kembali menegaskan sikapnya. Ia secara terbuka meminta Syekh Ahmad Al Misry untuk menghadapi situasi ini dengan kepala tegak. "Kalau SAM merasa benar: ke Indonesia, jalani proses, siap Mubahalah seperti dia sudah bersumpah nama Allah menyangkal tuduhan atas dirinya," jelasnya di kolom komentar.

Fenomena Mubahalah di Indonesia

Tantangan mubahalah sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Sebelumnya, Nursyah, ibu dari Indah Permatasari, pernah melontarkan ajakan serupa kepada Arie Kriting dalam konflik keluarga mereka. "Sampai si laki-laki ini, mau tidak, masuk ke dalam masjid untuk mubahalah sama saya," ujar Nursyah saat ditanya soal keinginan bertemu cucu dari Indah Permatasari dan Arie Kriting.

Namun hingga kini, tantangan tersebut tidak pernah ditanggapi oleh Arie Kriting. Situasi serupa kini menanti apakah Syekh Ahmad Al Misry akan merespons tantangan Aisha Maharani, atau justru memilih jalur hukum konvensional untuk membersihkan namanya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar