PARADAPOS.COM - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) resmi memperkuat kerja sama melalui fasilitas Kontra Bank Garansi di lini komersial. Kolaborasi strategis senilai Rp1,5 triliun ini ditandatangani Senin (9/3/2025), dengan tujuan utama memberikan kepastian dan mitigasi risiko bagi pelaku usaha, khususnya dalam proses tender dan pelaksanaan proyek konstruksi maupun non-konstruksi.
Sinergi Strategis untuk Dukung Pelaku Usaha
Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, dan Division Head Financial Institution & Capital Market BTN, R. Wahju Budhi Witjaksono. Langkah ini bukan sekadar perluasan portofolio, melainkan sebuah sinergi yang diformulasikan untuk memperkuat fondasi pembiayaan dan penjaminan bagi dunia usaha nasional. Skema yang dihadirkan dirancang untuk menjawab kebutuhan akan instrumen penjaminan yang kredibel di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks.
Dalam keterangan tertulisnya, Budhi Novianto menyoroti arti penting kolaborasi ini bagi posisi Askrindo di ekosistem keuangan.
"Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Askrindo untuk memperkuat peran sebagai mitra strategis perbankan dalam menyediakan solusi penjaminan yang kredibel dan berdaya saing. Dengan kapasitas fasilitas hingga Rp1,5 triliun, kami optimistis dapat mendorong akselerasi proyek-proyek produktif dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” jelasnya.
Transformasi dan Ekspansi Portofolio Komersial
Kolaborasi dengan Bank BTN ini menjadi penanda nyata dari transformasi bisnis yang sedang dijalankan Askrindo. Fokusnya adalah memperbesar porsi portofolio non-program atau komersial, yang tidak hanya bertujuan untuk ekspansi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas aset dan ketangguhan manajemen risiko perusahaan. Sebagai salah satu pemain utama di industri penjaminan, langkah ini sekaligus mempertegas posisi dan komitmen Askrindo dalam pasar.
Lebih jauh, Budhi mengungkapkan bahwa ruang kolaborasi antara kedua lembaga keuangan ini masih sangat terbuka lebar.
“Ke depan, kedua institusi membuka ruang pengembangan produk yang lebih luas, mulai dari asuransi kredit, asuransi kebakaran, hingga berbagai solusi proteksi lainnya yang terintegrasi guna menjawab kebutuhan pembiayaan dan pengelolaan risiko yang semakin kompleks,” tambahnya.
Komitmen pada Tata Kelola dan Kepercayaan Publik
Di balik langkah ekspansif ini, Askrindo menegaskan bahwa seluruh proses transformasi bisnis dijalankan dengan prinsip kehati-hatian yang ketat. Perusahaan menyadari bahwa kepercayaan publik adalah aset paling berharga dalam industri jasa keuangan. Oleh karena itu, setiap perkembangan dilakukan dalam koordinasi yang erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan terkait, guna menjaga stabilitas operasional dan keberlanjutan usaha.
Komitmen terhadap tata kelola yang kuat dan perlindungan nasabah menjadi landasan yang tidak bisa ditawar. Prinsip ini diyakini bukan hanya sebagai kewajiban korporat, tetapi sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat sistem keuangan nasional yang sehat dan berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Budhi Novianto kembali menegaskan filosofi bisnis perusahaan.
“Bagi Askrindo, ekspansi bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Kami memastikan setiap langkah transformasi dilakukan secara terukur, transparan, dan dalam koordinasi aktif dengan regulator serta pemangku kepentingan. Kepercayaan publik adalah fondasi utama, dan perlindungan kepentingan nasabah akan selalu menjadi prioritas kami dalam mendukung stabilitas sistem keuangan nasional,” tutupnya.
Artikel Terkait
Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Swasembada dan Kesiapan Logistik Lebaran
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Pikap yang Angkut Warga Tilik Bayi di Kebumen
BPJPH Resmi Beri Sertifikasi Halal untuk Air PDAM Tirta Pakuan Bogor
Vivo Luncurkan V70 Series, Fokus pada Fotografi Portrait dengan Dua Pendekatan Berbeda