PARADAPOS.COM - Umat Muslim di Kota Palembang dan sekitarnya dapat merujuk pada jadwal salat dan imsak resmi untuk Rabu, 21 Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 11 Maret 2026. Jadwal yang mengacu pada ketetapan Kementerian Agama RI ini menjadi panduan penting bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dan salat wajib sepanjang hari.
Jadwal Lengkap Salat dan Imsak 21 Ramadan 1447 H
Berdasarkan data resmi, berikut adalah pembagian waktu ibadah untuk wilayah Palembang pada hari tersebut:
IMSAK 04:42
SUBUH 04:52
TERBIT 06:04
DUHA 06:31
ZUHUR 12:14
ASAR 15:15
MAGRIB 18:18
ISYA' 19:26
Dengan matahari terbenam sekitar pukul 18:18, waktu berbuka puasa pun tiba. Perbedaan beberapa menit dengan daerah tetangga dimungkinkan, sehingga masyarakat disarankan untuk selalu memperhatikan tanda-tanda alam dan pengumuman setempat.
Mencari Malam Mulia di Sepuluh Hari Terakhir
Kedatangan tanggal 21 Ramadan menandai masuknya umat Islam ke dalam fase sepuluh malam terakhir bulan suci, periode yang di dalamnya dijanjikan keberadaan Lailatul Qadar. Malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan ini sangat dinantikan.
Merujuk pada petunjuk Nabi Muhammad SAW, pencariannya difokuskan pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Sabda Beliau menjadi pedoman utama:
"Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir Ramadan." (HR Al-Bukhari)
Tanda-Tanda Spiritual bagi yang Mendapatkannya
Lantas, bagaimana seseorang dapat mengetahui atau merasakan bahwa ia telah berjumpa dengan malam kemuliaan tersebut? Para ulama sering mengulas tentang tanda-tanda batin yang mungkin menyertai pengalaman spiritual ini. Seperti diuraikan oleh ulama terkemuka, As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki, terdapat sejumlah ciri yang menggambarkan kondisi hati seorang mukmin yang dirahmati.
Beliau mengungkapkan, di antara tandanya adalah hati yang terasa lembut dan mudah tersentuh, munculnya penyesalan tulus atas dosa-dosa, serta perasaan malu yang mendalam di hadapan Allah SWT. Rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta dan kepada Rasulullah SAW juga disebut sebagai indikasi.
"Selain itu, dada terasa lapang dan tenang, disertai semangat yang bertambah untuk giat beribadah dan melakukan amal saleh," lanjutnya tentang karakteristik tersebut.
Tanda-tanda ini lebih bersifat internal dan personal, menggambarkan transformasi spiritual yang dalam, ketimbang fenomena fisik yang kasat mata. Kepekaan hati dan kedekatan dengan ibadah di malam-malam akhir Ramadan menjadi kunci untuk merasakan keagungannya.
Artikel Terkait
Status Gunung Tambora Dinaikkan ke Level Waspada, Warga Dilarang Masuk Radius 3 Km
Atletico dan Bayern Hajar Lawan, Borong 11 Gol di Babak 16 Besar Liga Champions
Polda Metro Jaya Buka Layanan SIM Keliling di Empat Titik Jakarta Hari Ini
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Tersangka Suap Ijon Proyek