Kabupaten Klungkung Raih Penghargaan Nasional Berkat Keberhasilan Tekan Angka Stunting hingga 3,15 Persen

- Jumat, 24 April 2026 | 18:50 WIB
Kabupaten Klungkung Raih Penghargaan Nasional Berkat Keberhasilan Tekan Angka Stunting hingga 3,15 Persen
PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, menerima penghargaan nasional di bidang kesehatan pada Jumat, 24 April 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026 yang digelar Metro TV di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Kabupaten Klungkung berhasil meraih kategori "Top Regency in Healthcare Access & Social Protection" dalam sektor ekosistem kesehatan (Sector Health Ecosystem). Prestasi ini diraih berkat keberhasilan daerah tersebut menekan angka stunting hingga 3,15 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Indonesia.

Penghargaan di Tengah Kompetisi Ketat

Malam penganugerahan yang mengusung tema "Sinergi Nusantara Untuk Indonesia Emas" itu dihadiri oleh para kepala daerah dari berbagai wilayah. Suasana di ballroom hotel mewah tersebut terasa khidmat saat nama Kabupaten Klungkung disebut sebagai salah satu penerima penghargaan. Bupati Klungkung, I Made Satria, hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut.

Apresiasi Bupati atas Penghargaan NGA 2026

Dalam wawancaranya seusai acara, Jumat malam, Bupati I Made Satria menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. "Terkait dengan penghargaan yang digelar oleh Metro TV malam ini, ini sangat luar biasa. Tentu hal ini akan memotivasi kami ke depannya dalam rangka terus berpacu melakukan inovasi-inovasi selanjutnya, sehingga lebih banyak lagi kami bisa meningkatkan potensi yang kami miliki di Kabupaten Klungkung," ujar I Made Satria. Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pelecut semangat bagi jajarannya untuk terus berinovasi.

Penurunan Stunting yang Konsisten

Keberhasilan ini bukanlah hasil yang instan. Komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pengentasan stunting, telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Bupati I Made Satria memaparkan bahwa tren prevalensi stunting di Klungkung terus menunjukkan grafik penurunan yang signifikan. Data menunjukkan pada tahun 2024, angka stunting berada di 5,2 persen. Angka tersebut berhasil ditekan menjadi 3,21 persen pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, prevalensi stunting di Klungkung kembali turun ke angka 3,15 persen. "Itu artinya, kami tetap bisa mempertahankan terkait dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia, yaitu diperoleh di kabupaten kami, Kabupaten Klungkung," jelas I Made.

Prestasi Lain di Sektor Kesehatan

Selain penanganan stunting, sederet prestasi lain turut memperkuat posisi Klungkung di sektor kesehatan. Kabupaten ini berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award untuk Kategori Utama. Tak hanya itu, Klungkung juga diganjar penghargaan Zona Integritas sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada bidang kesehatan. Capaian ini menunjukkan bahwa tata kelola kesehatan di daerah tersebut berjalan transparan dan akuntabel.

Rencana Inovasi ke Depan

Ke depan, inovasi Pemkab Klungkung tidak akan berhenti di sektor kesehatan. Bupati I Made Satria berkomitmen untuk mengeskalasi potensi daerah di berbagai sektor agar mampu berdaya saing di tingkat nasional. "Ke depan untuk inovasi-inovasi selanjutnya tentu tidak hanya di bidang kesehatan saja, tapi kami akan lebih menggarapnya lagi di bidang-bidang yang lainnya, agar bisa ter-upgrade dengan baik dan bisa dikenal secara nasional, salah satunya di bidang UMKM misalnya," ungkap Bupati Klungkung. Dengan berbagai capaian ini, Kabupaten Klungkung menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup warganya.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar