Korlantas Andalkan Data Real-Time untuk Atur Arus Mudik Lebaran 2026

- Rabu, 11 Maret 2026 | 22:50 WIB
Korlantas Andalkan Data Real-Time untuk Atur Arus Mudik Lebaran 2026

PARADAPOS.COM - Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 akan mengandalkan teknologi digital untuk pemantauan real-time. Kebijakan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow dan one way, akan diambil secara lebih responsif berdasarkan data akurat jumlah kendaraan, bukan lagi sekadar prediksi. Hal ini disampaikan dalam keterangannya di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026), sebagai upaya meningkatkan kesuksesan pengaturan arus dari tahun sebelumnya.

Pergeseran ke Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Menurut Irjen Agus, pendekatan lama yang mengandalkan perkiraan mulai ditinggalkan. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan memungkinkan Korlantas memantau langsung jumlah kendaraan di titik-titik strategis, terutama di jalan tol. Dengan demikian, setiap keputusan operasional akan lahir dari parameter riil di lapangan.

Ia memberikan gambaran konkret untuk mengilustrasikan metode baru ini.

"Contoh, ada 3,5 juta kendaraan yang melintas gate tol meninggalkan Pulau Jawa dan Sumatera, itu bukan lagi kita pakai kira-kira atau prediksi, tetapi parameter jumlah kendaraan itu akan memutuskan kami akan melakukan rekayasa lalu lintas," ujarnya.

Mekanisme Responsif Berdasarkan Traffic Counting

Sistem yang dibangun bersifat bertahap dan responsif. Ambang batas tertentu yang terpantau oleh radar dan teknologi peringatan dini akan langsung memicu aksi tertentu dari petugas di lapangan. Skema ini dirancang untuk mengantisipasi kepadatan secara progresif.

Irjen Agus memaparkan skenario responsif tersebut dengan rinci.

"Contoh, 1 jam berturut-turut di kilometer 47 itu ada radar dari Jasa Marga dan teknologi early warning dari Korlantas, itu sudah 5.500, kami harus melakukan contraflow lajur satu," jelasnya.

Jika dalam dua jam berikutnya volume kendaraan terus membengkak, respons yang diberikan akan ditingkatkan. Langkah eskalasi ini menunjukkan fleksibilitas rencana yang mengikuti dinamika lapangan.

"Masih ada bangkitan arus? Udah pasti bangkitan arus. Eh 2 jam berturut-turut di kilometer 47 dari radar ada 6.400, kami harus melakukan contraflow lajur dua. Kapan pelaksanaannya? Tergantung traffic counting," tuturnya.

Apabila dua langkah contraflow itu belum cukup meredakan kemacetan, Korlantas telah menyiapkan opsi lanjutan yang lebih besar. Ini menunjukkan adanya skenario cadangan yang terukur.

"Kalau sudah contraflow lajur satu dan dua dilakukan ternyata masih padat, kita akan buka sumbunya di kilometer 70 akan kita buka, kita akan one way sepenggal karena pertama di wilayah contraflow one way nasional. Jadi kita buka," lanjutnya.

Evaluasi dan Perluasan Skema One Way

Penerapan kebijakan tahun ini juga tidak lepas dari pembelajaran tahun-tahun sebelumnya. Korlantas melakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas skema one way yang diterapkan pada musim mudik sebelumnya. Hasil evaluasi itu mendorong penyesuaian signifikan untuk tahun 2026.

Irjen Agus menyebutkan adanya perluasan jangkauan yang cukup berarti, yang diharapkan dapat memperlancar distribusi kendaraan secara lebih optimal.

"Tahun kemarin, dari kilometer 70 sampai 188. Kami evaluasi, sekarang langsung dari 70 sampai ke 236. Sehingga nanti akan mempercepat pemelancar kaitannya dengan bangkitan arus yang ada di jalan tol menuju ke arah Jawa termasuk yang ke arah Sumatera. Demikian yang bisa kita siapkan," ungkapnya.

Perpanjangan ruas one way ini mencerminkan pendekatan yang terus disempurnakan berdasarkan pengalaman operasional nyata, dengan harapan dapat menekan tingkat kepadatan dan meningkatkan keselamatan perjalanan mudik masyarakat.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar