PARADAPOS.COM - Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Paulus Lobo, menekankan pentingnya sektor pertanian dan UMKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan di daerah. Pernyataan ini disampaikannya dalam rangkaian kegiatan reses di Kabupaten Sikka, yang memasuki hari keempat pada Rabu (11 Maret 2026). Melalui pertemuan langsung dengan konstituen, politikus dari Partai Perindo itu berupaya menyerap aspirasi warga untuk kemudian diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan di tingkat provinsi.
Reses sebagai Jembatan Aspirasi Masyarakat
Kegiatan reses yang digelar di tiga titik di Sikka ini merupakan bagian dari agenda rutin anggota dewan untuk menyambangi daerah pemilihannya. Bagi Paulus Lobo, momen seperti ini adalah kesempatan krusial untuk mendengar secara langsung persoalan dan harapan yang hidup di tengah masyarakat, jauh dari keramaian politik di ibu kota provinsi.
Dari dialog tersebut, beragam isu mengemuka, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar, dukungan untuk petani, hingga program pemberdayaan ekonomi warga. Semua masukan ini, menurutnya, akan menjadi bahan pertimbangan penting.
“Melalui kegiatan reses ini kami bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat, mulai dari kebutuhan infrastruktur, penguatan sektor pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat. Semua aspirasi ini akan kami perjuangkan dalam program pembangunan di tingkat provinsi. Tentunya disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.
Komitmen Nyata melalui Bantuan Langsung
Tidak hanya mendengarkan, dalam kesempatan itu Paulus Lobo juga menyerahkan bantuan langsung sebagai bentuk dukungan konkret. Bantuan tersebut beragam, mencakup semen untuk pembangunan rumah ibadat, seragam koor bagi kegiatan gereja, hingga bibit hortikultura dan peralatan kerja untuk kelompok tani.
Penyerahan bibit dan alat pertanian ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari visi yang lebih besar. Langkah ini dimaksudkan untuk menyentuh langsung aspek produktivitas warga, khususnya mereka yang menggantungkan hidup pada sektor agraris.
“Partai Perindo memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong program yang pro UMKM dan ekonomi kerakyatan. Bantuan bibit hortikultura dan alat kerja bagi kelompok tani ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa,” tuturnya.
Pertanian dan UMKM: Pilar Kesejahteraan Berkelanjutan
Dalam pandangan Paulus Lobo, penguatan dua sektor ini bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Pertanian dan UMKM dinilainya sebagai penopang utama perekonomian riil masyarakat Sikka dan NTT secara keseluruhan. Ketika kedua sektor ini diberdayakan dan berkembang dengan baik, dampaknya akan langsung terasa pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan perputaran ekonomi di level desa.
Pendekatannya pun terlihat holistik. Selain fokus pada aspek ekonomi, kegiatan reses tersebut juga menyentuh sisi sosial dan spiritual masyarakat dengan mendukung pembangunan rumah ibadat. Hal ini mengindikasikan pemahaman bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan penguatan sendi-sendi kehidupan masyarakat secara utuh.
Ke depan, seluruh aspirasi yang terkumpul dari lapangan diharapkan dapat ditransformasikan menjadi kebijakan yang lebih berpihak dan program yang tepat sasaran, memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur.
Artikel Terkait
Pakar Psikiatri RSCM Paparkan Tanda Peringatan Kecanduan Judi Online
Tokopedia Integrasikan Layanan Zakat Resmi, Salurkan Dana Lewat BAZNAS
Kapolda Sulteng Pimpin Patroli Udara Pantau Arus Mudik Lebaran
Pertamina Aktifkan Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 untuk Jamin Pasokan Energi