Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Pekan Depan

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:25 WIB
Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Pekan Depan

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer yang lebih keras terhadap Iran dalam pekan mendatang. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam konteks eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang telah memasuki minggu ketiga, menyusul serangan gabungan AS dan Israel yang dimulai akhir Februari lalu. Ancaman ini menandai peningkatan retorika dan operasi militer di tengah ketegangan regional yang semakin memanas.

Ancaman Serangan dan Keyakinan Atas Perubahan Rezim

Dalam wawancara dengan Fox News Radio pada Jumat (13/3), Trump secara eksplisit menggarisbawahi rencana ofensif militer AS. Dia menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan Iran pada akhirnya dapat digulingkan dari dalam, meski mengakui proses tersebut mungkin memakan waktu.

"Kita akan menyerang mereka (Iran) dengan sangat keras selama pekan depan," tegas Trump, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (14/3/2026).
"Saya benar-benar berpikir itu merupakan rintangan besar yang harus diatasi bagi orang-orang yang tidak memiliki senjata. Saya pikir itu rintangan yang sangat besar... Itu akan terjadi, tetapi mungkin tidak segera," lanjutnya mengenai kemungkinan perubahan rezim di Teheran.

Retorika yang Berfluktuasi dan Ancaman Terkini

Pernyataan terbaru Trump ini muncul setelah serangkaian komentarnya yang tampak berubah-ubah mengenai perkembangan perang. Sebelumnya, dia pernah menyatakan kemenangan dan mengisyaratkan konflik akan berakhir cepat. Namun, dalam beberapa hari terakhir, nada yang digunakan justru semakin keras dan penuh tekad untuk melanjutkan pertempuran.

Ancaman eskalasi lebih lanjut secara khusus dilontarkan sebagai respons terhadap sinyal perlawanan dari pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang menunjukkan tidak ada niat untuk melunak. Situasi ini telah memicu kekhawatiran atas stabilitas pasokan energi dan pasar global.

"Kita memiliki kekuatan senjata yang tak tertandingi, amunisi tak terbatas, dan waktu yang banyak. Lihat apa yang akan terjadi terhadap para bn gila ini," ucap Presiden AS itu, menggunakan kata kasar yang merujuk pada pimpinan Iran.

Latar Belakang Konflik yang Meluas

Ketegangan saat ini berakar pada serangan gabungan skala besar AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Iran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer AS, sehingga memperluas jangkauan konflik.

Konflik ini juga telah menyebabkan perubahan pucuk pimpinan di Iran, di mana Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas. Posisinya kemudian diisi oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang kini memimpin negara di tengah krisis militer dan diplomatik ini. Situasi di lapangan terus berkembang dengan cepat, diwarnai oleh saling ancam dan serangan yang memperdalam ketidakpastian mengenai akhir dari konfrontasi ini.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar