Prajurit TNI Juara Kompetisi Hafalan Al-Quran Internasional di Libya

- Minggu, 15 Maret 2026 | 06:00 WIB
Prajurit TNI Juara Kompetisi Hafalan Al-Quran Internasional di Libya

PARADAPOS.COM - Seorang prajurit TNI berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan menjadi juara pertama dalam kompetisi hafalan Al-Qur'an 30 juz. Prada Nawawi M.M. Latifullah mencatatkan prestasi gemilang dalam Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) Internasional yang berlangsung di Kota Misurata, Libya, mengungguli peserta dari berbagai negara. Keberhasilannya ini disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi Libya dan menjadi momen kebanggaan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Kemenangan di Tengah Persaingan Internasional

Kompetisi yang digelar di Libya tersebut diikuti oleh para penghafal Al-Qur'an dari berbagai negara, termasuk Libya sendiri, Mauritania, Komoro, Pantai Gading, dan Indonesia. Dalam persaingan yang ketat itu, Prada Nawawi tampil dengan penuh keyakinan dan mengandalkan ilmu hafalannya yang mendalam. Prestasi ini tidak diraih dengan mudah, mengingat kualitas peserta dari negara-negara yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam penghafalan kitab suci.

Kapuspen TNI, Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, memberikan penjelasan mengenai momen kebanggaan ini. Ia menekankan bahwa kemenangan tersebut adalah buah dari persiapan dan seleksi yang matang.

“Dengan penuh keyakinan dan ilmu yang dimiliki dalam menghapal Al Qur'an, Prada Nawawi sangat bersyukur menjadi juara pertama dalam kompetisi yang disaksikan oleh Perdana Menteri Libya, Panglima Tentara Libya, Wamenhan Libya dan Kepala Staf Angkatan Tentara Libya,” jelas Aulia dalam keterangan resminya.

Proses Seleksi Ketat dan Dampak Diplomasi

Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi ini bukanlah hal yang sembarangan. Setiap personel yang diterjunkan merupakan hasil dari proses seleksi internal TNI yang ketat. Mereka dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dan dianggap mampu mewakili bangsa di panggung dunia.

Brigjen Aulia lebih lanjut menguraikan dampak positif dari partisipasi ini, yang dinilainya jauh melampaui sekadar sebuah lomba. Kehadiran delegasi Indonesia dinilai membawa misi diplomasi dan promosi nilai-nilai luhur.

“Kehadiran delegasi Indonesia membawa nama dan kehormatan Indonesia di tingkat internasional, yang mana momentum ini bertepatan di bulan suci Ramadhan delegasi Indonesia mempromosikan nilai-nilai Al Qur'an di tingkat global,” ungkapnya.

Jenderal bintang satu dari Korps Pasukan Khusus (Kopassus) itu menambahkan bahwa prestasi ini juga berperan dalam mempererat hubungan antarnegara. Menurutnya, ajang semacam ini adalah platform yang efektif untuk membangun citra dan persahabatan.

“Partisipasi delegasi Indonesia diharapkan dapat mempererat hubungan persahabatan serta menunjukkan keramahtamahan antara Indonesia dengan negara-negara peserta yang turut hadir,” lanjutnya.

Mengimplementasikan Nilai-Nilai Dasar Bangsa

Lebih dari sekadar pencapaian individu, kemenangan Prada Nawawi dilihat sebagai cerminan nyata dari pengamalan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa. Dalam penutupannya, Brigjen Aulia menyoroti aspek ideologis dari prestasi ini, yang selaras dengan fondasi negara.

“Sekaligus meningkatkan citra positif Indonesia serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila khususnya Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Pencapaian prajurit TNI di Libya ini menjadi bukti bahwa dedikasi pada ilmu agama dan pengabdian pada negara dapat berjalan beriringan. Prestasi tersebut tidak hanya menambah deretan penghargaan, tetapi juga menyampaikan pesan damai dan kerukunan dari Indonesia kepada dunia internasional.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar