Warga Aceh Timur Siapkan Pawai Obor Takbiran Usai Diterjang Banjir Bandang

- Jumat, 20 Maret 2026 | 21:25 WIB
Warga Aceh Timur Siapkan Pawai Obor Takbiran Usai Diterjang Banjir Bandang

PARADAPOS.COM - Warga Dusun Rantau Panjang Rubek di Aceh Timur menunjukkan ketangguhan dan semangat kebersamaan dengan mempersiapkan pawai obor takbiran, menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Persiapan ini berlangsung pada Jumat (20/3), meski daerah mereka belum lama dilanda banjir bandang pada November 2025 lalu. Antusiasme menyambut hari kemenangan tetap tinggi, mengesampingkan kesulitan yang baru saja dilalui.

Semangat Tak Padam Usai Bencana

Nuansa syukur dan sukacita terasa jelas di dusun tersebut. Di balik hiruk-pikuk persiapan, terlihat jejak perjuangan warga yang harus membangun kembali semangat setelah diterjang banjir bandang beberapa bulan sebelumnya. Namun, ritual tahunan seperti pembuatan dan penyiapan obor untuk takbir keliling justru menjadi simbol pemulihan dan kekuatan komunitas yang patut dicermati.

Obor sebagai Simbol Harapan

Obor-obor yang disiapkan bukan sekadar penerang jalan, tetapi juga penanda optimisme. Kegiatan gotong royong membuatnya mempererat tali silaturahmi antarwarga, menciptakan momen kebersamaan yang bermakna di tengah proses pemulihan pascabencana. Setiap nyala api seolah mengikis kesedihan, menggantikannya dengan cahaya harapan menyambut Lebaran.

Seorang warga yang terlibat aktif dalam persiapan mengungkapkan perasaan lega dan bahagia.

"Meski sempat dilanda banjir, kami tidak patah semangat untuk merayakan Idul Fitri dengan sukacita. Pawai obor ini adalah tradisi turun-temurun yang harus kami jalankan," tuturnya dengan penuh keyakinan.

Pernyataan tersebut merepresentasikan suara hati banyak penduduk setempat. Mereka memilih untuk fokus pada kebahagiaan dan syukur, menunjukkan ketabahan yang menginspirasi. Persiapan perayaan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa bencana alam tidak serta-merta melunturkan tradisi dan identitas budaya yang telah mengakar kuat.

Dengan demikian, pawai takbiran di dusun ini tahun ini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia bukan hanya ritual keagamaan semata, melainkan juga pernyataan publik tentang ketahanan sosial, kekuatan tradisi, dan kemampuan untuk bangkit dari ujian yang berat. Semangat warga Rantau Panjang Rubek menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat lokal menjaga optimisme di tengah segala tantangan.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar