PARADAPOS.COM - Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, menyerukan pentingnya memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, saat perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Seruan ini disampaikannya usai menunaikan salat Id di Masjid Agung Al Falah, Nabire, Sabtu (6 April 2024), yang dihadiri masyarakat meski diguyur hujan. Dalam momentum yang khidmat ini, pemimpin daerah dan tokoh agama setempat sepakat menekankan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan persatuan sebagai fondasi hidup dalam keberagaman.
Ajakan Memaknai Kembali ke Fitrah dan Kerukunan
Dalam sambutannya, Burhanuddin Pawennari menggarisbawahi bahwa Idul Fitri bukan sekadar akhir bulan puasa, tetapi sebuah pintu untuk memulai babak baru sebagai pribadi yang lebih baik. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang dilatih selama Ramadhan harus menjadi pedoman dalam interaksi sosial sehari-hari.
“Hari Raya Idul Fitri menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali kepada fitrah, menjadi pribadi yang lebih bersih, sabar, dan peduli terhadap sesama,” ucapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah Nabire secara konsisten mendorong terciptanya harmoni sosial. Di wilayah yang dihuni beragam suku, agama, dan budaya ini, perbedaan justru harus dilihat sebagai perekat, bukan pemecah belah.
“Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk merekatkan persaudaraan, bukan sebagai pemisah,” tegas Burhanuddin.
Merawat Kebersamaan sebagai Modal Pembangunan
Lebih lanjut, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga keamanan dan mempererat silaturahmi. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan adalah modal utama untuk memajukan daerah.
“Nabire adalah rumah kita bersama, sehingga semangat kebersamaan, persatuan, dan saling menghargai harus terus kita jaga,” tuturnya.
Pesan serupa tentang pentingnya merawat hubungan vertikal dengan Tuhan dan horizontal dengan sesama manusia juga disampaikan oleh tokoh agama setempat. Refleksi mendalam atas makna Ramadhan dinilai krusial untuk membangun kepedulian yang inklusif.
Pesan Khatib: Kepedulian Sosial untuk Kebahagiaan yang Merata
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire, K. H. Rohimin Abdul Rahman, yang bertindak sebagai khatib salat Id, mengingatkan jamaah akan esensi kepedulian sosial. Dalam khutbahnya, ia menyerukan agar kebahagiaan hari raya dapat dirasakan secara luas, termasuk oleh mereka yang kurang beruntung.
Rohimin juga mengajak umat Islam untuk merefleksikan makna Ramadhan dalam kehidupan, termasuk menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.
Pesan ini sejalan dengan harapan Pemerintah Kabupaten Nabire agar momentum Idul Fitri tahun ini benar-benar dapat memperkokoh persatuan.
Semangat Tak Terguyur Hujan
Meskipun hujan turun sejak pagi hari, suasana khidmat dan semangat masyarakat Nabire tak surut. Ribuan warga tetap berbondong-bondong memadati Masjid Agung Al Falah dan tempat ibadah lainnya untuk melaksanakan salat Id, menggambarkan komitmen kuat mereka dalam menjalankan ibadah sekaligus merayakan kebersamaan. Kehadiran mereka di tengah guyuran air hujan menjadi simbol nyata dari tekad menjaga tradisi dan persaudaraan di bumi Nabire.
Artikel Terkait
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Target Rudal Iran di Teluk
Car Free Night Malam Takbiran Ditetapkan Jadi Agenda Tahunan di Jakarta
Pemerintah Thailand Tegaskan Pasokan BBM Normal, Antrean Disebabkan Lonjakan Permintaan
Maguire Dapat Kabar Gembira Timnas, Berakhir dengan Kartu Merah dan Imbang United