Iran Klaim Fasilitas Nuklir Natanz Diserang AS dan Israel di Hari Idulfitri

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:25 WIB
Iran Klaim Fasilitas Nuklir Natanz Diserang AS dan Israel di Hari Idulfitri

PARADAPOS.COM - Fasilitas nuklir Natanz di Iran menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (21/3/2026). Serangan ini terjadi di tengah perayaan Idulfitri di negara tersebut. Otoritas energi atom Iran menyatakan tidak ada kebocoran radioaktif yang terdeteksi pasca insiden tersebut, meski situasi di kawasan Timur Tengah tetap memanas.

Klaim Serangan di Hari Raya

Dalam suasana Idulfitri yang seharusnya penuh kedamaian, otoritas energi atom Iran mengeluarkan pernyataan keras. Mereka menuding adanya aksi kriminal yang menargetkan kompleks pengayaan nuklir Natanz, yang terletak di Iran tengah.

“Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini,” ungkap organisasi tersebut dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Situasi di Tengah Ketegangan Regional

Insiden ini terjadi pada momen yang sangat sensitif. Ribuan umat Muslim di Iran baru saja menyelesaikan salat Idulfitri, yang menandai berakhirnya bulan Ramadan. Perayaan tersebut berlangsung dalam bayang-bayang ketegangan militer dan politik yang terus berkecamuk di kawasan Timur Tengah.

Meski lokasi serangan merupakan situs sensitif yang kerap menjadi pusat perhatian dunia, pihak Iran menyatakan situasi di lokasi tetap terkendali dari segi keselamatan nuklir.

“Tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan,” tegas pernyataan itu, menegaskan bahwa dampak lingkungan langsung dari serangan tersebut dapat diatasi.

Laporan ini muncul dalam konteks hubungan internasional yang semakin rumit, di mana setiap perkembangan di sekitar program nuklir Iran selalu diamati dengan ketat oleh para pengamat keamanan global. Klaim dan tanggapan atas insiden seperti ini kerap menjadi bagian dari narasi diplomatik yang lebih luas, meski fakta di lapangan terkadang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari berbagai sumber independen.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar