PARADAPOS.COM - Perekonomian Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan signifikan pada triwulan I tahun 2026, mencapai 5,89 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di level 5,61 persen, berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Capaian tersebut juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 4,96 persen, menandai akselerasi ekonomi di awal tahun.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah mencapai Rp 511,99 triliun atas dasar harga berlaku. Sementara itu, jika dihitung berdasarkan harga konstan 2010, nilai PDRB riil provinsi ini mencapai Rp 315,73 triliun.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
"Alhamdulillah, pertumbuhan ini menunjukkan arah yang semakin baik. Ini bukan kerja satu pihak, tapi hasil gotong royong dan kolaborasi semua elemen," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Luthfi menambahkan, menguatnya investasi menjadi indikator penting meningkatnya kepercayaan terhadap Jawa Tengah sebagai daerah yang kondusif untuk berusaha. Menurutnya, investasi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami akan terus menjaga sinergi ini agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas, inklusif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegas Luthfi.
Industri Pengolahan Masih Jadi Tulang Punggung
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, mengungkapkan bahwa industri pengolahan masih menjadi fondasi utama ekonomi daerah. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 32,69 persen terhadap PDRB, meskipun pertumbuhannya tercatat relatif moderat di angka 4,04 persen.
Angka pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri tetap menjadi tulang punggung perekonomian. Namun, dorongan pertumbuhan mulai menyebar ke sektor-sektor berbasis jasa dan mobilitas.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 60,01 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 19,36 persen secara tahunan. Hal ini mengindikasikan adanya percepatan belanja negara dan daerah sebagai stimulus ekonomi di awal tahun.
Pertumbuhan Kuartalan dan Sektor Pertanian
Secara kuartalan, ekonomi Jawa Tengah juga mencatat pertumbuhan sebesar 1,85 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2025. Penguatan ini turut ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak hingga 21,53 persen. Lonjakan ini seiring dengan musim panen dan peningkatan produksi pangan di wilayah tersebut.
Di sisi eksternal, ekspor barang dan jasa tumbuh 8,84 persen. Angka ini mencerminkan permintaan dari luar daerah yang tetap terjaga dengan baik.
Realisasi Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Penguatan pertumbuhan ekonomi ini berjalan seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah. Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di provinsi ini tercatat mencapai Rp 23,02 triliun. Angka tersebut setara dengan 23,23 persen dari target tahunan sebesar Rp 99,09 triliun.
Komposisi investasi terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 12,98 triliun atau 56,40 persen dari total. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 10,04 triliun atau 43,60 persen.
Investasi yang mengalir tidak hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Tercatat, sebanyak 92.000 orang terserap dalam 24.957 proyek investasi yang berjalan.
Secara sektoral, aliran investasi masih didominasi oleh industri pengolahan. Beberapa subsektor utama meliputi industri karet dan plastik, mesin dan elektronik, serta sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki.
Dari sisi asal negara, investor utama berasal dari Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan global terhadap daya saing ekonomi Jawa Tengah.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dishub Surabaya Ancam Cabut KTA Juru Parkir yang Masih Terima Uang Tunai
J.CO Luncurkan Promo I Love JCO Mulai 4 Mei, Tawarkan Enam Paket Donat dan Minuman Spesial
Persib Menang Tipis atas PSIM, Thom Haye Soroti Efektivitas Serangan Jelang Lawan Persija
Pemkot Jakbar Bangun Saluran 1.050 Meter di JORR W1 untuk Atasi Banjir, Target Rampung Empat Bulan