PARADAPOS.COM - Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan anggota keluarga terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, saat momen silaturahmi Idul Fitri. Seorang pria berinisial AA (56) diduga menganiaya kerabatnya sendiri, MR (51), dengan menggunakan parang. Korban mengalami sejumlah luka tebas dan harus segera mendapatkan perawatan medis.
Silaturahmi Berubah Tragis Akibat Ucapan
Peristiwa memilukan ini berlangsung di Kampung Siloro, Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, pada Sabtu (21/3/2016). Awalnya, AA datang ke rumah MR dengan niat bersilaturahmi menyambut hari raya. Suasana kekerabatan sempat tercipta hingga keduanya bersama-sama mengonsumsi minuman keras tradisional. Namun, situasi berubah drastis ketika terjadi gesekan di antara mereka.
Menurut penyelidikan kepolisian, percakapan yang terjadi di antara keduanya memicu kemarahan pelaku. AA merasa tersinggung dan sakit hati dengan ucapan yang dilontarkan MR kepadanya.
"AA merasa tersinggung dan sakit hati dengan ucapan korban karena ia menganggap dirinya sedang diejek sebagai tukang adu domba yang mengatakan, kau tukang adu domba," jelas Kanit Resmob Satreskrim Polres Pangkep, Ipda Andi Dipo Alam, seperti yang dilaporkan.
Pelaku Pulang Ambil Parang
Diliputi emosi, AA kemudian meninggalkan rumah korban. Ia tidak langsung pergi jauh, melainkan pulang ke rumahnya yang masih berada di lingkungan yang sama untuk mengambil senjata tajam. Dengan parang di tangan, pria berusia 56 tahun itu kembali menghampiri MR dan melancarkan serangan.
Penganiayaan itu terjadi dengan cepat dan brutal. Korban, yang tidak menduga akan diserang oleh kerabatnya sendiri, tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.
"Setelah itu AA pulang ke rumah untuk mengambil parang dan kembali ke rumah korban dan melakukan penganiayaan korban dengan menggunakan sebilah parang," tutur Dipo melanjutkan kronologi kejadian.
Kondisi Korban dan Tindakan Lanjutan
Akibat serangan tersebut, MR menderita empat luka robek akibat tebasan parang di beberapa bagian tubuhnya. Kondisinya yang cukup seris membuat warga sekitar sigap bertindak. Korban segera dilarikan ke Puskesmas Bontoa untuk mendapatkan pertolongan pertama dan penanganan medis yang lebih intensif.
Polisi menegaskan bahwa pelaku dan korban dalam kasus ini memiliki hubungan keluarga, yang semakin menyiratkan betapa pribadinya konflik yang terjadi. Insiden yang bermula dari silaturahmi ini menjadi pengingat kelam bagaimana emosi yang tidak terkendali dapat menghancurkan tali persaudaraan. Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terhadap pelaku terus dilakukan oleh pihak berwajib.
Artikel Terkait
Konser Comeback BTS Dominasi Tangga Lagu Netflix di 77 Negara
Sirkuit Mandalika Dibuka Kembali, Tawarkan Wisata Otomotif Saat Libur Lebaran
Satgas Cartenz Relakan Mudik Lebaran, Jaga Keamanan di Kiwirok
Restoran Cibiuk di Garut Catat Lonjakan Omzet 50% Saat Arus Mudik