PARADAPOS.COM - Terkuak sudah identitas majikan dari dua pekerja rumah tangga (PRT) yang tewas setelah melompat dari lantai 4 sebuah kosan di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Sosok tersebut adalah Adriel Viari Purba, seorang mantan pengacara yang pernah menangani kasus Doddy Prawiranegara, eks Kapolres Bukittinggi yang terjerat kasus narkotika. Kepastian ini dibenarkan langsung oleh Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, pada Rabu, 6 Mei 2026. Peristiwa tragis ini tidak hanya menggemparkan publik, tetapi juga membuka tabir baru di balik hubungan kerja antara majikan dan pembantunya.

Latar Belakang Sang Majikan

Nama Adriel Viari Purba bukanlah sosok yang asing di panggung hukum Indonesia. Ia kerap muncul dalam perkara-perkara besar yang menyedot perhatian publik. Salah satu kliennya yang paling dikenal adalah Doddy Prawiranegara, yang tersandung kasus narkotika bersama mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa.

“Iya (Membenarkan, red),” ujar AKBP Roby Saputra kepada awak media saat dikonfirmasi mengenai identitas majikan tersebut. Pengakuan singkat ini sekaligus mengonfirmasi spekulasi yang beredar di masyarakat tentang latar belakang majikan yang tak biasa.

Perkembangan Penyidikan Kasus

Di sisi lain, proses hukum terus bergulir. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa penyidik masih bekerja keras mengusut tuntas peristiwa nahas ini. Menurutnya, belum ada titik terang yang signifikan, namun polisi tidak tinggal diam.

“Penanganan masih berjalan. Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada, dengan pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, TPPO, dan eksploitasi terhadap anak,” jelas Budi kepada awak media pada Senin, 27 April 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa polisi tidak hanya fokus pada satu aspek, melainkan mengembangkan beberapa kemungkinan pelanggaran hukum sekaligus.

Beberapa unsur tindak pidana yang tengah dikembangkan meliputi dugaan penyekapan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga eksploitasi terhadap anak di bawah umur. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada satu pun celah hukum yang terlewatkan.

Barang Bukti dan Saksi yang Diperiksa

Untuk memperkuat konstruksi kasus, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti kunci. Salah satunya adalah rekaman CCTV dari lokasi kejadian yang kini tengah dipelajari secara mendalam. Selain itu, hasil visum dan otopsi terhadap korban yang meninggal dunia juga menjadi pijakan penting dalam penyelidikan.

Tak berhenti di situ, polisi juga telah memeriksa sembilan orang saksi. Mereka terdiri dari pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, hingga penyalur tenaga kerja. Bahkan, salah satu korban yang selamat turut dimintai keterangan untuk memberikan gambaran utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kosan tersebut.

“Kami masih terus menghimpun keterangan dari para saksi untuk memperkuat bukti yang ada,” tambah Budi, menekankan bahwa proses ini masih berjalan dan belum ada kesimpulan akhir.