PARADAPOS.COM - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menerapkan sistem buka-tutup situasional di rest area KM 52B arah Jakarta, ruas Tol Jakarta-Cikampek. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang bisa memicu antrean panjang dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas utama selama periode mudik. Pengaturan akses dilakukan berdasarkan pantauan kondisi riil di lapangan dan melalui koordinasi intensif dengan pihak kepolisian.
Pengaturan Berbasis Kondusivitas Lalu Lintas
Kebijakan ini bukanlah langkah permanen, melainkan respons dinamis terhadap fluktuasi volume kendaraan. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa keputusan membuka atau menutup sementara fasilitas istirahat tersebut sepenuhnya bertumpu pada situasi aktual di jalan tol.
“Jadi untuk menjaga kelancaran lalu lintas di ruas utama serta menghindari antrean kendaraan yang masuk ke rest area, saat ini diberlakukan sistem buka tutup rest area KM 52B arah Jakarta secara situasional,” jelas Ria dalam keterangan persnya di Karawang, Jawa Barat, Senin (23 Maret 2026).
Imbauan bagi Pemudik
Menyikapi kebijakan ini, manajemen Jasamarga memberikan sejumlah imbauan penting kepada para pemudik. Poin utamanya adalah perlunya perencanaan perjalanan yang matang. Pengendara disarankan untuk mengatur waktu dan lokasi istirahat mereka sebelum memasuki ruas tol yang padat, tidak hanya bergantung pada satu titik rest area.
Jika rest area KM 52B sedang dalam kondisi ditutup sementara, pengguna jalan diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas istirahat lain yang tersedia di sepanjang jalur. Fleksibilitas ini dinilai krusial untuk mendistribusikan volume kendaraan dan mencegah penumpukan di satu titik.
Kesiapan Berkendara yang Utama
Di luar pengaturan rest area, keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas. Pihak pengelola mengingatkan agar setiap pengemudi memastikan kondisi kendaraan dan dirinya sendiri dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Kewaspadaan di jalan harus dijaga dengan selalu mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas yang bertugas di lapangan.
Persiapan administratif seperti memastikan kecukupan saldo uang elektronik untuk transaksi di gerbang tol juga disebutkan sebagai bagian dari perjalanan yang lancar dan terhindar dari hambatan yang tidak perlu. Dengan koordinasi dan kesiapan bersama, diharapkan arus mudik dapat berjalan lebih tertib dan aman bagi semua pihak.
Artikel Terkait
JTT Siagakan 22 Gardu Tol dan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Puncak Arus Balik di Cikampek
Pesawat Hercules Militer Kolombia Jatuh, Puluhan Tewas
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Soetta Diprediksi 28 Maret, Penumpang Diimbau Datang Lebih Awal
Rudal Iran Tembus Pertahanan Udara Israel, Hantam Kawasan Dekat Fasilitas Nuklir Dimona