PARADAPOS.COM - Pemberlakuan sistem satu arah (one way) dari Puncak, Bogor, menuju Jakarta pada H 2 Lebaran kemarin berlangsung selama sembilan jam. Polisi menyebut durasi panjang tersebut disebabkan oleh padatnya arus lalu lintas, baik dari kendaraan yang naik ke kawasan wisata maupun arus balik massa mudik dan wisatawan yang kembali ke Ibu Kota.
Durasi Panjang Akibat Kepadatan Ekstrem
Kepala Unit Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, mengonfirmasi bahwa kebijakan one way diberlakukan dalam waktu yang cukup lama akibat situasi di lapangan. Volume kendaraan yang melintas, baik dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya, tercatat sangat tinggi sepanjang hari.
“Untuk pemberlakuan one way sendiri kurang lebih 9 jam. Yang mana memang situasi arus lalu lintasnya memang cukup padat,” ujarnya.
Arus Naik-Turun yang Bersamaan
Kondisi diperparah dengan fenomena arus yang saling bertemu. Di pagi hari, arus kendaraan yang hendak berwisata ke Puncak sudah sangat padat. Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, gelombang arus balik dari wisatawan yang telah menginap dan pemudik yang kembali ke Jakarta juga mulai memadati ruas jalan yang sama.
“Arus wisata yang pagi hari naik ke arah Puncak, kemudian sore hari turun. Kemudian wisatawan yang sudah menginap di sekitar wilayah Puncak maupun Cianjur juga turun (menuju Jakarta),” jelas Ardian.
Ketimpangan Kapasitas Jalan dan Volume Kendaraan
Di balik kepadatan musiman ini, terdapat persoalan struktural yang turut andil. Polisi menilai pertumbuhan jumlah kepemilikan kendaraan yang signifikan tidak diimbangi dengan kapasitas jalan yang memadai. Ruas jalan menuju Puncak, dengan kontur berkelok dan lebar yang terbatas, kewalahan menampung lonjakan kendaraan selama puncak arus mudik.
“Pertumbuhan kendaraannya juga cukup tinggi, sehingga memang kapasitas jalan yang ada di jalur wisata Puncak ini memang kurang untuk menampung dari jumlah banyaknya kendaraan yang melintas, baik naik maupun turun di kawasan wisata Puncak,” bebernya.
Analisis ini menggarisbawahi bahwa durasi panjang one way bukan sekadar insiden, tetapi konsekuensi dari kombinasi faktor musiman dan keterbatasan infrastruktur yang kerap diuji setiap puncak arus balik Lebaran.
Artikel Terkait
Presiden Iran Jamin Keamanan Transit Kapal Netral di Selat Hormuz
MRT Jakarta Tawarkan Tarif Rp243 untuk Satu Kali Perjalanan di HUT ke-7
Arus Kendaraan ke Puncak Turun 25%, Rekayasa Lalu Lintas Tetap Diterapkan
Harga Emas Batangan Pegadaian Turun Rp71 Ribu per Gram