PARADAPOS.COM - Pelatih Saint Kitts dan Nevis, Marcello Serrano, menyatakan timnya tidak gentar meski berada di peringkat FIFA yang lebih rendah dari Indonesia. Menurutnya, pertandingan sepak bola ditentukan di lapangan, bukan oleh angka statistik. Pernyataan ini disampaikannya menjelang laga persahabatan FIFA Series antara kedua tim yang akan digelar di Jakarta pada Jumat, 27 November 2026.
Angka Hanyalah Persamaan Matematika
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (26/3/2026), Serrano secara tegas mengesampingkan perbedaan peringkat sebagai faktor penentu. Ia memilih fokus pada karakter dan kesiapan pemain-pemainnya yang diyakininya tangguh.
“Kami bukan tipe orang yang akan melihat angka terlebih dahulu, karena angka hanyalah sebuah persamaan matematika,” tegas Serrano. “Kami adalah manusia, kami adalah orang-orang, dan itulah sebabnya kami melihat orang-orangnya terlebih dahulu. Jadi, angka hanyalah angka.”
Keyakinan pada Kemungkinan dan Kerja Keras
Mengalihkan pembicaraan dari statistik, pelatih asal Brasil itu justru menekankan sifat tak terduga dari sepak bola. Ia percaya, dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi, timnya mampu menciptakan kejutan melawan tuan rumah Indonesia.
“Dan sejak sepak bola ditemukan, Anda bisa melihat bahwa siapa pun bisa mengalahkan siapa pun,” ujarnya, menggambarkan filosofi yang dipegangnya. “Jadi saya senang berada di sini bersama St. Kitts. Merupakan suatu kehormatan melatih skuad, mereka pekerja keras, orang-orang hebat, dan saya yakin mereka bisa mengalahkan siapa pun yang mereka hadapi jika mereka bersiap diri.”
Komitmen untuk Tampil Maksimal
Serrano menutup pernyataannya dengan komitmen yang jelas. Di hadapan awak media, ia menyatakan kesiapan skuadnya untuk tampil maksimal dan berkompetisi dengan penuh harga diri, terlepas dari hasil akhir nanti.
“Kami akan memberikan yang terbaik untuk mengalahkan apa pun yang kami hadapi,” tutupnya dengan nada percaya diri.
Artikel Terkait
Polisi Selamatkan Pria dari Upaya Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong
Senegal Ajukan Banding ke CAS Soal Pencabutan Gelar Juara Piala Afrika 2025
Gubernur Bali Dorong Optimalisasi Database untuk Lindungi Pekerja Migran
Wastra Lombok-Bali Dipromosikan ke Australia Selatan Melalui Pameran dan Buku pada 2026