paradapos.com – Gempa bumi dengan kekuatan 7,6 SR telah melanda Jepang pada Senin, 1 Januari 2024 pukul 16:10 waktu setempat.
Gempa ini memicu peringatan bagi para penduduk untuk melakukan evakuasi beberapa daerah di pantai barat.
Gempa tersebut memicu gelombang dengan tinggi sekitar satu meter di sepanjang pantai Laut Jepang yang diperkirakan akan memicu gelombang yang lebih besar.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur pesisir Ishikawa, Niigata, dan Toyama.
Hal ini menandai peringatan besar pertama sejak gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011 yang menghantam Timur Laut Jepang.
Adanya peringatan besar mengenai tsunami, maka ada kemungkinan gelombang setinggi lebih dari tiga meter berpotensi menghantam negeri sakura ini.
Gempa bumi yang menghantam Jepang hari ini menyebabkan beberapa rumah hancur.
Untungnya, unit militer telah dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan, seraya pihak berwenang masih menilai tingkat kerusakan yang diakibatkan gempa yang terjadi sore tadi.
Pejabat JMA, Toshihiro Shimoyama menyampaikan gempa yang lebih kuat bisa menghantam Jepang.
Lantaran, ada aktivitas seismik yang telah terjadi selama lebih dari tiga tahun dan dapat muncul beberapa hari mendatang.
Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida juga memperingatkan warga untuk bersiap terhadap bencana yang lebih besar.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Target Kirim 450.000 Ton Semen ke AS pada 2026
Dua Pengendara Motor Tercebur ke Proyek Saluran Air di Surabaya, Satu Tewas
Kanada dan Bosnia Berbagi Poin di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026
Kejagung Akan Periksa Tersangka Korupsi BGN Pekan Depan untuk Uji Kelayakan Status Justice Collaborator