PARADAPOS.COM - Tim penyelamat berhasil mengevakuasi sembilan penumpang kapal yang terombang-ambing di perairan Kepulauan Seribu setelah kapal mereka mengalami kerusakan mesin. Operasi penyelamatan yang digelar Sabtu malam (28/3/2026) itu juga menangani satu korban yang memerlukan perawatan medis akibat sengatan ikan beracun.
Operasi Evakuasi Cepat Tanggap
Laporan darurat pertama kali masuk ke Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu sekitar pukul 19.57 WIB. Laporan yang disampaikan oleh Lurah Pulau Harapan itu menyebutkan kapal KM Percaya mengalami kehilangan tenaga mesin di perairan dekat Pulau Bira Besar.
Kasiops Gulkarmat setempat, Gatot Sulaeman, mengonfirmasi detail kejadian tersebut.
“Kami mendapatkan laporan dari Lurah Pulau Harapan terkait kapal yang mengalami kerusakan mesin,” jelas Gatot dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Tim Bergerak dalam Hitungan Menit
Merespons laporan tersebut, petugas dengan sigap mengerahkan satu unit kapal penyelamat yang membawa enam personel terlatih. Dengan navigasi yang tepat, tim berhasil mencapai lokasi koordinat kejadian hanya sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 20.07 WIB. Proses pemindahan penumpang dari kapal yang tak berdaya ke kapal penyelamat pun segera dilakukan di tengah gelapnya laut malam.
“Total ada sembilan orang yang kami evakuasi,” tutur Gatot Sulaeman, menegaskan cakupan operasi.
Penanganan Korban dan Kondisi Medis
Selama proses evakuasi, tim penyelamat menemukan satu penumpang yang kondisinya memprihatinkan. Korban tersebut dilaporkan terkena sengatan dari ikan beracun saat kapal mereka terombang-ambing menunggu pertolongan. Petugas langsung memberikan penanganan medis awal sesuai protokol keselamatan di lapangan sebelum memastikan semua korban dalam kondisi stabil.
Operasi yang berlangsung dengan lancar ini akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 20.48 WIB. Seluruh korban berhasil dibawa ke daratan dengan selamat.
“Alhamdulillah seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman dan selamat,” ungkap Gatot, menutup laporannya.
Kejadian ini kembali menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat tim penyelamat di wilayah kepulauan, di mana kondisi laut yang tak terduga dapat mengubah situasi dengan cepat. Koordinasi yang solid antara pemerintah setempat dan unit gulkarmat menjadi kunci keberhasilan operasi malam itu.
Artikel Terkait
Swedia Vs Polandia: Duel Penentu Tiket Piala Dunia 2026 di Stockholm
Dua Remaja Tewas Tenggelam di Air Terjun Watu Bobot Jepara Saat Libur Lebaran
CFD Bundaran HI Ramai Lagi Usai Libur Lebaran, Warga Padati untuk Olahraga dan Rekreasi
Isu PHK PPPK Mereda, Pemerintah Daerah Pastikan Gaji dan Keamanan Kerja