PARADAPOS.COM - Teknologi kendaraan hibrida plug-in (PHEV) mulai dilirik sebagai solusi untuk meredam dampak fluktuasi harga energi terhadap anggaran transportasi keluarga. Di tengah tren ini, Chery mempromosikan teknologi Super Hybrid (CSH) yang diterapkan pada Tiggo 8 CSH, dengan klaim mampu memangkas biaya mobilitas hingga sekitar 50% dibanding mobil konvensional sejenis. Klaim ini didasarkan pada simulasi penggunaan harian dengan asumsi tertentu, menawarkan gambaran potensi penghematan bagi konsumen yang cermat.
Klaim Penghematan Berdasarkan Simulasi
Chery memaparkan perhitungan yang cukup rinci untuk mendukung klaim efisiensinya. Simulasi dilakukan dengan asumsi harga bahan bakar Rp12.300 per liter dan jarak tempuh harian rata-rata 40 kilometer. Dalam skenario satu bulan dengan total jarak 1.200 kilometer, konsumsi energi gabungan yang diperlukan adalah 184 kWh listrik dan 15,8 liter bahan bakar.
Dengan komposisi itu, biaya mobilitas bulanan diperkirakan hanya berkisar Rp506.000. Angka ini, menurut pemaparan perusahaan, terlihat lebih hemat jika dibandingkan dengan performa kendaraan konvensional di segmen yang sama. Perlu dicatat, angka ini merupakan hasil simulasi dan dapat bervariasi di kondisi riil.
Dasar Teknologi di Balik Efisiensi
Klaim penghematan tersebut berakar pada kombinasi dua komponen utama. Pertama, mesin hybrid ACTECO 1.5TGDI generasi terbaru yang diklaim memiliki tingkat efisiensi termal mencapai 44,5 persen. Kedua, sistem ini dipadukan dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang disebut memiliki efisiensi mekanis hingga 98,5 persen.
Kedua komponen ini dirancang untuk bekerja secara sinergis. Sistem manajemen daya pada kendaraan CSH dikatakan mampu beradaptasi secara otomatis dan real-time, beralih dengan mulus antara mode pure electric (EV) dan hybrid (HEV) sesuai dengan kondisi jalan dan tuntutan berkendara. Tujuannya adalah untuk memastikan penggunaan energi selalu berada pada titik optimalnya.
Faktor Lain yang Memengaruhi Konsumsi Bahan Bakar
Terlepas dari teknologi yang tertanam, para ahli otomotif kerap mengingatkan bahwa efisiensi akhir sebuah kendaraan sangat dipengaruhi oleh faktor perawatan dan kebiasaan pengemudi. Teknologi secanggih apapun perlu didukung oleh kondisi kendaraan yang prima.
Beberapa langkah sederhana namun krusial antara lain menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, melakukan perawatan berkala seperti penggantian filter udara dan busi tepat waktu, serta menghindari membawa beban berlebihan yang membebani mesin.
Di sisi lain, gaya berkendara juga memegang peranan penting. Mengemudi dengan akselerasi yang halus, mempertahankan kecepatan konstan sebisa mungkin, dan mengantisipasi jalan untuk mengurangi pengereman mendadak adalah kebiasaan yang terbukti dapat mengoptimalkan efisiensi bahan bakar, terlepas dari jenis teknologi yang digunakan.
Selain pada Tiggo 8 CSH, Chery juga telah mengaplikasikan teknologi Super Hybrid yang serupa pada model terbarunya, Tiggo 9 CSH, memperluas pilihan bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi energi.
Artikel Terkait
Hyundai Kona Electric Tawarkan Solusi Mudik dengan Bagasi Luas dan Jarak Tempuh 600 Km
PDIP Desak Pemerintah Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif
Kemenpar Jajaki Kerja Sama dengan ANA untuk Buka Rute Langsung ke Yogyakarta
Presiden Prabowo Dorong Koperasi Desa Salurkan Kredit dengan Bunga 6%