PARADAPOS.COM - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) melakukan penyesuaian strategis dalam kemitraannya dengan grup PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI). Perubahan ini mengalihkan fokus kerja sama dari level anak perusahaan ke induk usaha, yakni PT Jaringan Infra Andalan (JIA), untuk memperluas cakupan layanan bandwidth yang mencakup Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Penyesuaian kontrak ini juga melibatkan pembatalan dan pengakhiran sejumlah perjanjian lama, disertai pengembalian dana jaminan serta penandatanganan addendum baru.
Restrukturisasi untuk Perluasan Cakupan Layanan
Menurut penjelasan manajemen, langkah ini bukanlah penghentian kerja sama, melainkan sebuah reorganisasi untuk memperkuat fondasi bisnis. Dengan beralih ke entitas induk, JIA, INET menargetkan pemanfaatan yang lebih luas dan efisien. Struktur baru ini memungkinkan INET, sebagai pemasok bandwidth, menjangkau seluruh unit usaha di bawah naungan JIA, tidak terbatas pada satu lini bisnis seperti sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan INET, Arki Rifazka, memaparkan alasan di balik pergeseran strategis ini. "Struktur kerja sama pada level entitas induk ini memungkinkan cakupan pemanfaatan layanan yang lebih luas pada unit-unit usaha di bawahnya," jelasnya. "Jika sebelumnya hanya terbatas pada FTTH, kini berkembang menjadi lebih lengkap dengan mencakup kebutuhan bandwidth untuk layanan FTTH dan FWA."
Langkah Administratif dan Perubahan Kontrak
Restrukturisasi ini tentu saja diikuti oleh serangkaian langkah administratif yang detail. INET dan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), anak usaha WIFI, sepakat membatalkan perjanjian infrastruktur fiber optik yang berlaku tahun 2025. Pembatalan itu telah diselesaikan pada awal Januari 2026, dengan INET menerima pengembalian uang jaminan penuh sebesar Rp61 miliar.
Tidak berhenti di situ, anak usaha INET, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), juga mengakhiri perjanjian layanan IP Transit dengan IJE pada Februari lalu. PFI telah mengembalikan uang muka senilai Rp48,51 miliar kepada IJE. Hampir bersamaan, PFI justru menandatangani addendum perjanjian baru dengan JIA sebagai mitra yang diperluas. Nilai uang jaminan dalam kerja sama yang diperbarui ini disepakati menjadi Rp269,23 miliar.
Pertimbangan Bisnis dan Imbauan ke Investor
Manajemen INET dengan tegas menyatakan bahwa seluruh transaksi ini murni didasarkan pada pertimbangan bisnis dan operasional untuk menciptakan sinergi yang lebih kokoh. Tujuannya adalah memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia bandwidth utama dalam ekosistem JIA yang lebih luas, yang juga mencakup berbagai entitas usaha WIFI. Mereka berharap kolaborasi yang terdiversifikasi ini dapat memberikan nilai tambah komersial yang lebih signifikan di masa mendatang.
Dalam komunikasinya, perusahaan juga menunjukkan kehati-hatian dengan mengimbau para pemangku kepentingan. Arki Rifazka menekankan pentingnya merujuk pada dokumen resmi. "Dia mengimbau para pemangku kepentingan dan investor untuk merujuk langsung pada dokumen laporan keuangan resmi untuk mendapatkan substansi peristiwa secara utuh dan akurat," tuturnya. Imbauan ini menegaskan komitmen terhadap transparansi dan akurasi informasi di tengah dinamika korporasi yang terjadi.
Artikel Terkait
Trump Teken Perintah Eksekutif Batasi Pemungutan Suara Lewat Pos, Bakal Hadapi Gugatan Hukum
Yamaha Ingatkan Pentingnya Servis Motor Usai Mudik Lebaran
Rupiah Menguat ke Rp16.986 Didorong Optimisme Deeskalasi Konflik Global
AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Perkuat Postur Militer di Tengah Ketegangan dengan Iran