SPBU di Jagakarsa Kehabisan BBM Imbas Panic Buying, Pemerintah Tegaskan Harga Normal

- Rabu, 01 April 2026 | 10:50 WIB
SPBU di Jagakarsa Kehabisan BBM Imbas Panic Buying, Pemerintah Tegaskan Harga Normal

PARADAPOS.COM - Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jagakarsa, Jakarta Selatan, sempat kehabisan stok berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) pada Selasa (31/3/2026) sore. Kelangkaan ini didorong oleh lonjakan permintaan atau panic buying dari masyarakat yang dihantui isu kenaikan harga. Meski demikian, pihak berwenang telah menegaskan bahwa harga BBM tetap normal dan stok nasional dalam kondisi aman.

Antrean Membeludak Picu Kelangkaan

Suasana di SPBU Jalan Moh Kahfi I, Jagakarsa, berubah drastis sejak pagi hari. Antrean kendaraan mengular, dipenuhi warga yang berusaha mengisi penuh tangki mereka. Kepala Petugas Pengawasan SPBU setempat, Didi Muslim, membenarkan terjadinya peningkatan konsumen yang signifikan. Menurut penuturannya, situasi itu langsung menguras persediaan.

"Di SPBU kami ini konsumen membeludak gitu loh. Jadi antrean begitu penuh, banyak, sampai stok kami habis," jelas Didi saat ditemui di lokasi pada Rabu (1/4/2026).

Dia menambahkan bahwa pasokan bahan bakar pada hari itu memang terbatas karena belum ada pengiriman sejak pagi. Kondisi ini diperparah oleh gelombang pembelian yang tidak biasa.

Rincian Stok yang Habis

Didi merinci kronologi habisnya stok dengan cermat. Bahan bakar jenis Pertamax Turbo adalah yang pertama tandas, sekitar pukul 14.00 WIB. Disusul oleh Pertamax yang habis pukul 15.00 WIB, dan Pertalite yang bertahan hingga pukul 18.00 WIB. Stok yang tersedia sebelum terjadi rush tersebut sebenarnya terbatas, yakni Pertamax 8 kiloliter (KL), Pertalite 11 KL, Pertamax Turbo 8 KL, serta Dex.

Informasi mengenai SPBU yang sepi dan kehabisan stok ini sebelumnya telah beredar luas di media sosial, memperkuat gambaran akan dampak dari isu yang beredar.

Penegasan Harga Normal dan Stok Pulih

Di tengah keresahan warga, Didi dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada perubahan harga di SPBU yang dia awasi. Pernyataan ini sekaligus menepis kabar yang memicu kepanikan.

"Sementara ini masih harga normal seperti kemarin," tegasnya.

Kabar baiknya, situasi telah berangsur normal. Didi menyebutkan bahwa SPBU telah menerima pengisian ulang pasokan BBM dalam jumlah yang mencukupi untuk keempat jenis bahan bakar. Antrean yang sempat panjang pun telah kembali seperti biasa.

Pernyataan Resmi Pemerintah

Kepanikan massal ini telah mendapat respons langsung dari pemerintah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, secara resmi memastikan tidak ada rencana penyesuaian harga BBM, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi. Keputusan ini disebut sebagai arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kepentingan masyarakat.

"Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," ungkap Prasetyo dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, dia menjamin stok BBM nasional dalam kondisi stabil. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, guna menghindari kerumunan dan ketidaknyamanan seperti yang terjadi di Jagakarsa.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar