IHSG Turun 0,99% Didorong Pelemahan BREN, BYAN, dan Saham Perbankan

- Sabtu, 04 April 2026 | 03:25 WIB
IHSG Turun 0,99% Didorong Pelemahan BREN, BYAN, dan Saham Perbankan

PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan 30 Maret hingga 2 April 2026 dengan catatan merah, terdorong oleh tekanan signifikan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, indeks gabungan terkoreksi 0,99% ke level 7.026,78, dengan kapitalisasi pasar yang ikut menyusut. Tekanan terbesar datang dari saham-saham energi dan perbankan, yang mendominasi daftar "top laggards" atau saham dengan pelemahan terdalam sepekan.

BREN dan BYAN Jadi Penekan Utama

Analisis data mingguan BEI mengungkapkan, dua saham dengan koreksi harga terparah juga memberikan kontribusi tekanan terbesar terhadap pergerakan IHSG. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) tercatat sebagai penahan laju indeks utama, setelah harganya melemah 13,12% dan memberikan tekanan negatif sebesar 26,78 poin. Posisi berikutnya diisi oleh saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), yang meski terkoreksi lebih dalam sebesar 13,59%, kontribusi tekanannya terhadap IHSG hampir setara, yaitu 26,67 poin. Pelemahan kedua emiten ini menjadi sorotan utama dalam dinamika pasar pekan lalu.

Sektor Perbankan Turut Memberikan Tekanan

Selain dari sektor komoditas, tekanan luas juga datang dari sektor perbankan yang biasanya menjadi penopang likuiditas. Empat bank BUMN dan satu bank swasta tercatat masuk dalam daftar sepuluh penekan indeks. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang melemah 2,92% memberikan tekanan 15,72 poin, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang menekan 11,98 poin. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) masing-masing menahan laju IHSG sebesar 8,58 poin dan 6,51 poin. Kelemahan di sektor perbankan ini turut memperdalam sentimen negatif di pasar.

Dampak kolektif dari pelemahan saham-saham besar tersebut terlihat jelas pada kinerja pasar secara keseluruhan. Selain indeks yang turun 70,27 poin secara kumulatif, nilai kapitalisasi pasar juga tergerus 1,69% menjadi Rp12.305 triliun.

Likuiditas Pasar Juga Menyusut

Yang patut dicatat, koreksi harga ini diiringi oleh penurunan aktivitas perdagangan. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mengalami penyusutan yang cukup tajam, turun 36,69% dari Rp23,32 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp14,77 triliun pada pekan ini. Penurunan likuiditas ini seringkali mencerminkan kehati-hatian investor dalam mengambil posisi di tengah tekanan jual yang dominan.

Daftar Lengkap 10 Saham Top Laggards

Berikut adalah tabel rinci sepuluh saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap IHSG sepanjang pekan perdagangan 30 Maret—2 April 2026, berdasarkan data resmi BEI:

Kode

Perubahan Harga (%)

Kontribusi ke IHSG (Poin)

BREN

-13,12

-26,78

BYAN

-13,59

-26,67

BBRI

-2,92

-15,72

BBCA

-1,87

-11,98

BMRI

-2,31

-8,58

SMMA

-6,56

-7,42

MORA

-11,09

-6,63

BBNI

-5,13

-6,51

MEGA

-9,38

-4,87

AMMN

-3,09

-4,56

Dengan demikian, pekan lalu ditutup dengan sentimen yang cukup berat, di mana tekanan jual terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar dari berbagai sektor. Kondisi ini menggarisbawahi bagaimana kinerja beberapa emiten kunci dapat secara signifikan mempengaruhi arah pergerakan indeks secara keseluruhan.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar