Gubernur DKI Kunjungi Korban Keracunan Makanan di Sekolah, 54 Siswa Dirawat

- Sabtu, 04 April 2026 | 04:50 WIB
Gubernur DKI Kunjungi Korban Keracunan Makanan di Sekolah, 54 Siswa Dirawat

PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (4/4/2026) pagi untuk menjenguk langsung puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi jajanan di sekolah. Kunjungan ini dilakukan sebagai respons cepat atas laporan yang diterimanya mengenai puluhan korban yang tersebar di tiga fasilitas kesehatan.

Kedatangan dan Sambutan di Rumah Sakit

Sekitar pukul 10.30 WIB, Gubernur Pramono Anung tiba di lokasi dengan mengenakan baju koko putih dan peci hitam. Di pintu masuk, ia langsung disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, beserta sejumlah jajaran lainnya. Tanpa berlama-lama, rombongan kemudian bergegas menuju ruang rawat inap untuk memantau kondisi para siswa yang masih terbaring.

Laporan Awal dan Langkah Tindak Lanjut

Sebelumnya, Pramono telah mendapatkan briefing dari dinas terkait. Ia menyatakan bahwa laporan sementara menunjukkan sebanyak 54 siswa mengalami gejala mual dan muntah, dan mereka telah didistribusikan ke tiga rumah sakit berbeda untuk mendapatkan penanganan medis.

Pramono memberikan penjelasan lebih rinci mengenai temuan awal tersebut. "Saya baru dapat laporan dari Ibu Kepala Dinas Kesehatan, memang ada tiga rumah sakit yang digunakan, yaitu Duren Sawit, Pondok Kopi, dan Harun. Total korbannya 54, salah satu yang paling banyak di Duren Sawit," ungkapnya saat ditemui di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, pada hari yang sama.

Mendapat informasi itu, kepala daerah itu merasa perlu turun langsung ke lapangan. Ia ingin memastikan proses perawatan berjalan baik dan mendapatkan gambaran situasi secara nyata, bukan hanya dari laporan tertulis.

"Kebetulan setelah dari sini saya mau ke Rumah Sakit Duren Sawit, saya mau lihat secara langsung," tuturnya, menegaskan komitmennya untuk memantau perkembangan kasus ini dari dekat.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar