Badan Geologi Imbau Wisatawan Tak Mendekati Kawah Gunung Kelimutu Meski Suhu Air Menurun

- Minggu, 05 Juli 2026 | 16:50 WIB
Badan Geologi Imbau Wisatawan Tak Mendekati Kawah Gunung Kelimutu Meski Suhu Air Menurun
PARADAPOS.COM - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan imbauan tegas kepada wisatawan untuk tidak mendekati area kawah Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Imbauan ini disampaikan meskipun hasil pengukuran terbaru menunjukkan adanya penurunan suhu air danau di Kawah II, yang dikenal dengan sebutan Tiwu Ko'ofai Nuwamuri. Berdasarkan data lapangan yang dihimpun tim teknis pada 4 Juli 2026, suhu air di kawah tersebut turun dari 35 derajat Celsius menjadi 33,2 derajat Celsius jika dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya pada 30 Juni 2026.

Penurunan Suhu Tak Diikuti Perubahan Visual

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengonfirmasi bahwa penurunan suhu ini merupakan hasil pengamatan langsung di lapangan. Meski demikian, ia menekankan bahwa kondisi visual danau tidak menunjukkan perubahan berarti. “Warna air danau pada Kawah II terpantau tidak mengalami perubahan dan tetap mempertahankan warna hijau muda yang konsisten sejak pertengahan Juni 2026,” ungkapnya. Lebih lanjut, Lana Saria menjelaskan bahwa tren penurunan suhu air di Kawah II ini tidak diikuti oleh perubahan signifikan pada aktivitas kegempaan maupun tinggi asap di atas permukaan air danau. Artinya, secara visual dan seismik, gunung api tersebut masih dalam kondisi yang relatif stabil.

Status Gunung Tetap Normal

Berdasarkan laporan pengamatan visual berkala, ketiga danau kawah Gunung Kelimutu menunjukkan warna yang berbeda. Air Danau Kawah I tercatat berwarna hijau tosca, Danau Kawah II berwarna hijau muda, sedangkan Danau Kawah III menunjukkan warna hijau tua. Meskipun ada perubahan suhu, tingkat aktivitas vulkanik gunung yang terkenal dengan keindahan tiga warna danau kawahnya ini masih dipatok pada Level I dengan status Normal. Namun, status normal ini bukan berarti kewaspadaan bisa kendur. Mengingat Gunung Kelimutu merupakan salah satu destinasi wisata gunung api dengan jumlah kunjungan yang cukup tinggi, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi menjaga keselamatan publik.

Rekomendasi Keselamatan bagi Wisatawan

Masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu, maupun para pengunjung dan wisatawan, diimbau untuk tidak mendekati area tepi kawah. Imbauan ini berlaku khususnya di objek Kawah II, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi letusan freatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Letusan freatik adalah jenis letusan yang dipicu oleh uap air panas dan seringkali terjadi tanpa didahului gempa besar. Selain imbauan kepada wisatawan, Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus meningkatkan koordinasi. Koordinasi ini harus dilakukan dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu yang berada di Kampung Kolorongo, Desa Waturaka, Kabupaten Ende, maupun dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Langkah ini penting untuk memastikan setiap perubahan aktivitas gunung dapat direspons dengan cepat dan tepat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar