Menkeu: Program Makan Bergizi Rp335 Triliun Hasilkan Penerimaan Pajak 3-5%

- Selasa, 07 April 2026 | 06:50 WIB
Menkeu: Program Makan Bergizi Rp335 Triliun Hasilkan Penerimaan Pajak 3-5%

PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memberikan kontribusi fiskal. Dari total anggaran program sebesar Rp335 triliun, pemerintah memperoleh penerimaan pajak sebesar 3-5 persen yang dipotong langsung dari realisasi penyaluran dana. Meski signifikan, Menkeu menilai dampak ekonomi utama program ini justru terletak pada penciptaan lapangan kerja dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Pajak Langsung dari Realisasi Anggaran

Dalam penjelasannya di Jakarta, Selasa (7/4/2026), Purbaya Yudhi Sadewa merinci mekanisme pemotongan pajak tersebut. Ia menyatakan bahwa potongan terjadi secara otomatis saat anggaran direalisasikan, sehingga langsung masuk ke kas negara.

“Untuk MBG, penerimaan pajaknya sekitar 3-5 persen dari total anggaran direalisasikan, 3-5 persen dari total anggaran direalisasikan itu (langsung) masuk ke pajak,” jelasnya.

Dampak Ekonomi yang Lebih Luas

Di balik angka penerimaan pajak, Purbaya justru menekankan nilai strategis program ini dalam menggerakkan roda perekonomian di tingkat akar rumput. Menurutnya, aktivitas ekonomi yang hidup dari program ini akan mendorong penerimaan pajak yang lebih besar di masa depan, sekaligus membangun ketahanan masyarakat.

“Ketika aktivitas ekonomi hidup, (penerimaan) pajaknya akan lebih banyak dari angka tiga persen itu. Dan sekaligus di daerah-daerah itu kan (MBG) menciptakan lapangan kerja, itu menciptakan stabilitas sendiri. Itu yang paling mahal dampaknya, yang paling berharga dampaknya untuk kita,” ujar Purbaya.

Meski demikian, ia secara jujur mengakui bahwa implementasi program sebesar ini masih memerlukan penyempurnaan berkelanjutan agar lebih efisien dan tepat sasaran bagi jutaan penerima manfaatnya.

Realisasi dan Jangkauan Hingga Maret 2026

Data terbaru menunjukkan progres yang cukup solid. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan bahwa hingga 9 Maret 2026, realisasi penyerapan anggaran MBG telah mencapai Rp44 triliun. Angka ini setara dengan 13,1 persen dari pagu APBN 2026.

Program yang didukung oleh 25.082 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah ini telah menjangkau 61,62 juta penerima. Rinciannya menunjukkan mayoritas penerima adalah siswa, sementara sisanya berasal dari kelompok nonsiswa.

“Karena MBG itu kan ada yang untuk siswa di sekolah. Untuk siswa, kita pada bulan Februari ini sekitar 50 juta (penerima), dan 10,5 juta penerima yang nonsiswa,” tutur Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu.

Angka-angka ini menggambarkan skala operasional program yang masif, sekaligus menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan akurasi data, ketepatan distribusi, dan kualitas gizi yang terstandar di seluruh titik layanan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar