PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 12 pejabat dan staf Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Mereka diangkut menggunakan bus usai menjalani pemeriksaan awal di Mapolres setempat, menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo pada Jumat (10/4/2026) malam. Di antara yang dibawa adalah anggota DPRD setempat yang merupakan adik kandung sang bupati.
Rangkaian Pemeriksaan Usai OTT
Operasi penegakan hukum ini berlangsung intensif sejak akhir pekan. Setelah menetapkan Bupati Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka dan langsung membawanya ke Ibu Kota, penyidik KPK melanjutkan proses pemeriksaan terhadap 15 orang lainnya di Mapolres Tulungagung. Pemeriksaan yang berlangsung maraton itu akhirnya berujung pada keputusan untuk membawa sebagian besar dari mereka ke Jakarta guna pendalaman lebih lanjut.
Suasana di halaman Mapolres Tulungagung sempat tewas ketika sebuah bus disiapkan untuk mengangkut para pejabat tersebut. Langkah ini menandai fase baru dalam penyelidikan kasus yang diduga melibatkan jaringan di lingkungan pemerintah daerah.
Daftar Pejabat yang Dibawa ke Jakarta
Berikut adalah nama-nama 12 pejabat yang diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim penyidik KPK:
- Kabag Kesra Tulungagung, Makrus Manan
- Kabag Pemerintahan, Arif Efendi
- Kabag Umum, Yulius Rama Isworo
- Kabag Prokopim, Aris Wahyudiono
- Kepala Satpol PP, Hartono
- Kepala Dinas Pertanian, Suyanto
- Kepala BPKAD, Dwi Hari Subagyo
- Kepala Bakesbangpol, Agus Priyanto
- Kepala Dinas PUPR, Erwin Nofianto
- Ajudan Bupati Tulungagung, Dwi Yoga
- Staf Pemerintahan, Oki
- Anggota DPRD, Jatmiko
Beberapa Pejabat Masih Diperiksa di Lokal
Sementara itu, tidak semua pejabat yang diperiksa ikut diberangkatkan ke Ibu Kota. Beberapa nama disebutkan hanya menjalani pemeriksaan di Tulungagung tanpa dibawa lebih lanjut. Mereka antara lain Pj Sekretaris Daerah Tulungagung Soeroto, Kepala Dinas Kesehatan Desi Lusiana Wardani, dan Kepala Dinas Sosial Reni Prasetyawati.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan masih terus berlanjut. KPK diduga masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan untuk mengungkap secara komprehensif motif dan alur transaksi yang melatari operasi tangkap tangan tersebut. Masyarakat setempat pun masih menanti perkembangan lebih lanjut dari kasus yang mengguncang birokrasi lokal ini.
Artikel Terkait
Sahroni Klarifikasi Pemberian Uang ke Oknum KPK Gadungan sebagai Bagian Strategi Penjebakan
Jordan Ivy-Curry Pamit dari IBL, Buka Peluang Kembali di Masa Depan
Pameran Nasional Tatah 2026 Angkat Kembali Seni Ukir Kayu Jepara di Museum Nasional
KPK Sita Rp335 Juta dan Sepatu Mewah Rp129 Juta dari Bupati Tulungagung