Perundingan AS-Iran di Islamabad Berlanjut Meski Jurang Perbedaan Masih Lebar

- Minggu, 12 April 2026 | 01:50 WIB
Perundingan AS-Iran di Islamabad Berlanjut Meski Jurang Perbedaan Masih Lebar

PARADAPOS.COM - Perundingan langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan di Islamabad telah berakhir pada Minggu dini hari (12 April 2026) setelah berlangsung maraton selama sekitar 15 jam. Meski kedua delegasi sepakat untuk melanjutkan pembicaraan ke hari kedua, laporan menyebutkan perbedaan signifikan antara Washington dan Tehran masih belum terselesaikan. Putaran lanjutan ini menjadi bagian dari upaya trilateral untuk meraih kesepakatan kerangka kerja yang mengakhiri permusuhan.

Perundingan Maraton dan Perbedaan yang Bertahan

Pembicaraan intensif yang berakhir pukul 03.12 waktu setempat itu menandai fase baru dalam diplomasi yang tegang. Meski sesi utama telah ditutup, sebuah sumber di Gedung Putih menegaskan bahwa proses negosiasi sebenarnya belum benar-benar berhenti. Tim ahli dari kedua negara disebutkan tetap bekerja, saling bertukar dokumen tertulis untuk melanjutkan pembahasan teknis.

Namun, di balik meja perundingan, jurang perbedaan masih terlihat lebar. Sumber yang dekat dengan proses tersebut mengungkapkan bahwa kemajuan perundingan sangat bergantung pada perubahan sikap dari pihak Amerika.

“Kemajuan ke depan dinilai bergantung pada apakah Washington bersedia meninggalkan pendekatan ‘maksimalis’ dan beralih ke posisi yang lebih realistis,” jelas sumber tersebut.

Jalannya Diplomasi dan Peran Kunci Pakistan

Putaran ketiga perundingan trilateral ini sempat mengalami jeda untuk makan malam sebelum akhirnya dilanjutkan kembali hingga larut. Pola pembicaraan berkembang dari diskusi tidak langsung menuju pertemuan tatap muka, menunjukkan adanya keinginan dari kedua belah pihak untuk tetap berkomunikasi. Beberapa waktu setelah sesi pertama berakhir, atas usulan mediator Pakistan, Iran dan AS akhirnya menyepakati untuk mengadakan pertemuan lanjutan pada hari yang sama.

Posisi Pakistan sebagai mediator utama dalam proses ini tidak bisa dianggap remeh. Keikutsertaan Islamabad memperkuat perannya sebagai penengah yang dipercaya dan sekaligus menegaskan kepentingannya akan stabilitas di kawasan. Upaya mereka inilah yang terus mendorong agar dialog tetap berjalan, meski jalan menuju kesepakatan masih terjal.

Komposisi Delegasi dan Fase Sensitif Negosiasi

Delegasi kedua negara dipimpin oleh figur-figur senior, mengisyaratkan tingkat keseriusan pembicaraan ini. Amerika Serikat mengirimkan Wakil Presiden J.D. Vance yang didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner. Sementara dari sisi Iran, delegasi dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan pejabat keamanan senior Ali Bagheri Kani.

Media Iran melaporkan bahwa negosiasi kini telah memasuki apa yang mereka sebut sebagai "fase sensitif." Pada tahap ini, tim teknis dari kedua belah pihak bekerja melalui komite-komite khusus untuk membahas detail-detail substantif yang rumit. Fase ini seringkali menjadi penentu apakah sebuah kesepakatan besar dapat terwujud atau justru menemui jalan buntu.

Dengan komitmen untuk kembali ke meja perundingan, dunia internasional akan terus memantau apakah momentum dari pertemuan maraton di Islamabad ini dapat diterjemahkan menjadi terobosan diplomatik yang nyata, atau hanya menjadi babak lain dalam perundingan yang berlarut-larut.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar